Alhamdulillahirabbil’alamiin acara Stadium General yang diselenggarakan oleh salah satu pilar di Pondok Pesantren Modern Baitussalam yaitu Pilar Tarbawi berjalan dengan lancar dan seru. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri SMP dan SMA baik ikhwan maupun akhwat, serta didampingi oleh ustaz dan ustazah. Stadium General PPK tersebut diselenggarakan sebagai pembukaan kegiatan unggulan PPM Baitussalam yakni Pendampingan Pendidikan Karakter (PPK).
Acara tersebut diselenggarakan Hari Selasa, 29 Agustus 2023 dimulai pada pukul 13.30 oleh Muhammad Yasril Amri (XII IPA 1) selaku pembawa acara, dilanjutkan tilawatil Quran oleh Fawwaz Ahmad Mumtaza (IX B), serta acara inti yang disampaikan langsung oleh pimpinan pondok KH Abdul Hakim Aka.
Diawali dengan penyampaian suksesnya perhelatan akbar yaitu Baitussalam All Star Show 2023 (BASS) pada tanggal 26 dan 27 Agustus kemarin, kemudian beliau berpesan tentang Tawazunitas (keseimbangan), yaitu kita harus kembali lagi dan menyeimbangkan 3 aspek penting sebagai pribadi muslim yaitu :
- Ruhiyah
- Aqliyah
- Jasadiyah
Semua aspek tersebut harus seimbang satu dengan yang lainnya, jika tidak maka akan berbahaya, sebagai contoh ada seseorang yang pintar atau aqliyahnya bagus tetapi dia tidak diimbangi dengan ruhiyah yang baik atau akhlak yang baik, maka dia bisa memanfaatkan kepintarannya untuk melakukan hal yang tidak baik. Contoh lain, ada seseorang yang bagus ruhiyah dan aqliyahnya, tetapi dia sakit-sakitan atau jasadiyahnya tidak diimbangi, maka aktivitasnya jelas akan terganggu, seperti beribadah dan belajar. Maka sebagai seorang muslim kita harus menyeimbangkan ketiga aspek penting tersebut untuk menjadi seorang pribadi muslim yang ideal.
Diantara ketiga aspek tersebut yang terpenting adalah aspek Ruhiyah. Pada setiap aspek memerlukan sebuah nutrisi, contoh aspek jasadiyah nutrisinya adalah makanan dan minuman. Aspek aqliyah, nutrisinya adalah belajar dan membaca. Begitupun dengan aspek ruhiyah, aspek tersebut membutuhkan nutrisi-nutrisi yang harus dipenuhi yang bisa didapatkan dari :
- Membaca Al-Quran
Al-Quran adalah firman atau kalam Allah SWT, dengan membacanya kita seperti berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan memperbanyak mambaca Al-Quran, kita akan semakin dekat dengan sang Maha Pencipta, dengan begitu kita akan selalu senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan teguh dalam agamanya.
- Dzikir
الذكر للقلب مثل الماء للسمك
“Dzikir untuk hati, ibarat air untuk ikan.”
Ikan tanpa air akan mati, begitupun hati tanpa dzikir akan mati. Seorang mukmin yang melakukan maksiat akan terdapat noda hitam kecil di hatinya, semakan banyak seorang mukmin tersebut melakukan maksiat, maksiat tersebut akan membuat hatinya semakin tertutup hingga seluruh hatinya. Maka bahaya baginya, karena ia tidak akan lagi merasa berdosa ataupun malu ketika berbuat dosa. Dengan memperbanyak dzikir dan beratubat hati yang hitam tersebut dapat dihilangkan.
- Tahajud
“Allah turun ke langit dunia setiap malam pada 1/3 malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada kepada- Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga terbit fajar ” (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758)
Ketika Allah SWT sudah berjanji tidak ada lagi yang kita ragukan, maka solatlah dan mintalah kepada-Nya agar kita senantiasa dilindungi dari maksiat.
- Puasa
Setan itu menyusup pada manusia melalui aliran darah. Jika aliran darah ini bisa dipersempit, maka maksiat dan syahwat semakin bisa dikekang. Di antara jalan untuk mengekang syahwat tersebut adalah dengan berpuasa.
- Bergaul dengan orang yang baik
Pergaulan yang baik adalah pergaulan yang orang di dalamnya senantiasa mengingatkan kita kepada yang baik. Dengan kita berada di pergaulan yang baik, kita akan selalu berada dalam kebaikan yang akan menjaga kita dari maksiat.
Semua keseimbangan itu akan di pantau atau di mutabaahi di Pendampingan Pendidikan Karakter (PPK) setiap Selasa siang oleh pendampingnya masing-masing. Tujuan akhirnya semua santri dapat melakukan semuanya dengan seimbang dan istiqomah.
Oleh: Twizz