SMA IT Baitussalam Dorong Pembelajaran Bermakna Melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Sleman – Selasa, 23 Desember 2025, SMA Islam Terpadu Baitussalam menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam dengan Pendekatan Mikir dengan pembicara Bapak Dr. Sabar Nurohman, M.Pd. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Pusat Lt. 2 Ponpes Modern Baitussalam ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan SMA IT Baitussalam. Dengan tujuan memberikan bekal kepada guru agar dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran mendalam yang berpusat pada peserta didik agar tercapai pemahaman konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan pembelajaran yang bermakna.

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh Ustaz Fery Subakti, S.Pd., selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Khoirul Walid, S.Pd. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMA IT Baitussalam, Ustaz Gino Erman Agusta, S.Pd.Si., dan dilanjutkan dengan sesi pelatihan.

Dalam pelatihan tersebut, Bapak Dr. Sabar Nurohman, M.Pd. memulai dengan ice breaking dan penyampaian terkait tantangan ke depan yang sulit diprediksi. Mulai dari perbedaan generasi yang sangat mencolok, sampai pada bagaimana menyiapkan generasi yang hidup berbeda dengan zaman kita. Selain itu beliau menyampaikan tentang pandangan belajar. Paradigma lama, guru mengajar siswa ibarat menuang air dari galon ke dalam botol kosong. Sedangkan paradigma baru, guru harapannya mampu menginteraksikan siswa dengan sumber belajar. Sehingga belajar menjadi proses yang aktif, di mana ada interaksi antarelemen dalam proses di dalamnya. Dan pembelajaran mendalam atau deep learning harapannya bisa menjadi solusi terkait perubahan paradigma belajar tersebut.

Formasi pembelajaran mendalam yaitu 4-3-3. Empat di sini merupakan kerangka pembelajaran yang terdiri dari praktik pedagogis, kemitraan belajar, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi. Tiga yang pertama di sini merupakan pengalaman belajar, mulai dari memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Sedangkan tiga yang terakhir yaitu prinsip, terdiri dari mindful, meaningful, dan joyful. ​Bagian yang paling sulit yaitu menumbuhkan mindful (kesadaran),” jelas Bapak Sabar dalam sesi materinya.

Beliau menambahkan bahwa tantangan pendidik saat ini adalah memunculkan kesadaran diri para peserta didik sebagai pembelajar aktif, memiliki motivasi intrinsik, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Pembelajaran mendalam dengan pendekatan MIKIR maksudnya ada proses Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi. Pendekatan ini bukan hanya sintak, tetapi harus ada dalam setiap pembelajaran. Proses refleksi pun harus ada pada setiap pembelajaran,” tambah Bapak Sabar.

Dengan pelatihan pembelajaran mendalam ini harapannya tidak hanya menjadi ruang belajar bagi para guru, tetapi juga menjadi titik awal perubahan dalam praktik pendidikan di sekolah. Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, para guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian berpikir, serta makna belajar yang sesungguhnya bagi setiap peserta didik. Langkah kecil ini diyakini akan memberi dampak besar bagi masa depan pendidikan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)

Kategori :

Share Artikel:

Latest Post

Kategori