Sambut Ramadhan dengan Ceria!

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Prambanan — Menyambut Ramadhan 1443 H, orang tua dan wali santri SMP IT Baitussalam Prambanan mengikuti Tarhib Ramadhan, Rabu 31 Maret 2022 via Zoom Meeting. Kegiatan Tarhib diisi oleh Ustaz Talqis Nurdianto, Lc. M.A. dengan tema “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkualitas.”

Acara dibuka oleh Ustaz Indra Kurniawan, S.Sos. sebagai MC dan dilanjutkan dengan tilawah oleh Ustaz Lalu Sadli, S.Pd.I. Acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku. Setelah itu sambutan oleh Kepala SMP IT Baitussalam Prambanan.

“Kita akan erjumpa dengan bulan yang agung, yang mulia, yang penuh maghfirah. Sudah sepantasnya kita menyambutnya dengan sukacita. Dengan tarhib ini, harapannya ilmu kita semakin bertambah, sebagai bentuk persiapan kita memasuki bulan ramadhan. Sehingga setelah ramadhan, ibadah dan amal kebaikan kita dapat terus istiqomah,” papar Ustazah Ririn Setyaningsih, S.Sos.

Setelah itu, sambutan oleh Ustaz K.H Abdul Hakim Aka selaku Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan.

“Mudah-mudahan kita bisa optimal melaksnakan ibadah di bulan ramadhan. Spirit yang sudah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW di tahun kedua hijrah dengan diturunkannya perintah puasa di bulan Ramadhan. Mengubah kehidupan yang luar biasa di Madinah,” sambut beliau.

Acara inti dibersamai oleh Ustaz Talqis Nurdianto, Lc. M.A. beliau adalah salah satu Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di USIM, Malaysia.

Kita harus ceria dalam menyambut ramadhan. Jika ibadah ramadhan kita sempurna, maka ibadah setelah ramadhan pun akan sempurna. Sebaliknya, jika ramadhan kita tidak maksimal maka ibadah setelah ramadhan juga akan kurang maksimal. Karena ramadhan adalah tanda mu’min sejati,” jelas Ustaz Talqis.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.

Selain itu beliau juga menjelaskan tentang keistimewaan ramadhan. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa di dalamnya. Pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu dalam bulan tersebut. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terluput dari kebaikannya berarti benar-benar terluput dari kebaikan besar.”

Beberapa persiapan dalam menyambut bulan ramadhan: (1) Persiapan iman, yaitu Sucikan hati dari dosa kepada Allah dan dosa kepada manusia. (2) Persiapan fisik, yaitu Jaga Kesehatan, konsumsi vitamin & makanan bergizi, olah raga dan berpuasa sunnah. (3) Persiapan harta, yaitu Bukan untuk bermewah-mewah dalam berbuka puasa, tapi untuk persiapan berinfak sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan. (4) Persiapan ilmu, yaitu Ibadah yang dijalankan harus sesuai petunjuk Nabi, melalui kajian-kajian tarhib seperti ini.

Semoga puasa Ramadhan kita tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, “ tutup Ustaz Talqis di akhir pemaparan materi beliau.

Para orang tua dan wali sangat antusias mengikuti acara ini. Ketika sesi tanya jawab beberapa wali pun bertanya kepada beliau. Pertanyaan pertama dari orang tua dari Qotrussama’i Fathati (7D)

“Ustaz, Bagaimana dengan orang-orang yang belum mau berpuasa dengan mereka mengatakan bahwa mereka belum beriman?” tanya Bapak Suprapto.

“Karakteristik orang yang beriman dilihat dari dari luar dan dalam. Dalam sebuah hadits, Iman itu perkataan dan perbuatan, bersama dengan keyakinan dalam hati, ucapan dalam lisan, dan amalan dengan anggota badan. Salah satu ciri orang beriman adalah ia masih melaksanakan shalat. Jika kita tahu fadhilah puasa, tentu kita akan mengusahakan untuk berpuasa. Hidayah milik Allah, tugas kita mengingatkan dan mendoakan,” jawab Ustaz Talqis.

Pertanyaan kedua dari orang tua Nashrullah Hilmi Ramadhan (9B)

“Ustaz, agar berbeda rutinitas dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana meningkatkan keilmuan kita dalam mempersiapkan puasa?” tanya Bapak Muji warsito.

“Wa ta’awanu ‘alal birri wattaqwa, wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal udwan. Tolong-menolonglah kalian dalam berbuat kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Kita harus bersama-sama dalam menghidupkan amaln kita dalam bulan ramadhan ini. Kita harus bisa menekan nafsu. Nafsu yang buruk harus dilemahkan. Nafsu bagaikan binatang liar. Sekuat-kuatnya nafsu jangan diberi makanan akan jadi lemah. Jika ada keinginan kita untuk berbuat yang kurang baik, maka cegah sehingga nafsu buruk tersebut tidak jadi berkembang. Perbanyak ikuti kajian-kajian ilmu, dan terus tingkatkan amalan ibadah kita,” jawab Ustaz Talqis.

Acara diakhiri pada pukul 15.00 WIB dengan ditutup doa oleh Ustaz Febri Annuari. (HR)

UNDUH MATERI:

131. Tarhib Ramadhan