Sleman– SDIT Baitussalam Prambanan pada hari Jumat-Sabtu, tanggal 27-28 Februari 2026, mengadakan agenda Pesantren Ramadhan untuk Murid Kelas 1, 2, dan 3. Pesantren ini dimulai pukul 16.00 dengan tema “Ramadhan Bersama Al Qur’an Mewujudkan Ilmuwan Dengan Jiwa Kepemimpinan”. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk menjadikan anak-anak untuk lebih dekat dengan Al Qur’an dan berlatih beribadah bersama dengan teman-teman di sekolah.

Ustadz dan Ustadzah sebagai panitia sudah menyajikan kisah teladan Nabi, tujuannya meneladani bagaimana Nabi bersikap baik kepada siapapun. Panitia menyampaikan harapan bagaimana anak-anak harus bersikap baik, lemah lembut kepada siapapun. Anak-anak bisa mempraktekkan bagaimana harus bersikap baik kepada orang dewasa atau sesama teman atau orang yang lebih kecil. Anak-anak bisa menjalankan ibadah dengan bahagia. Jadi, melakukan sholat tarawih tidak terpaksa, sholat tahajud dengan bahagia.
Harapannya dari kegiatan pesantren Ramadhan ini, anak-anak tidak hanya puasa atau membaca ayat Al Qur’an tapi bisa belajar tentang adab, teladan dari kisah Nabi, belajar mandiri, belajar melatih diri agar bisa menjadi pemimpin terutama untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.
Selain kegiatan ini, setelah wali murid mengantar anaknya untuk pesantren Ramadhan, wali murid juga diundang untuk agenda POMG Wali Murid Kelas 1, 2, dan 3. Untuk Pertemuan Orang tua Murid dan Guru (POMG) diisi oleh Ustadzah Irma Laily Fajarwati, S.Pd. M.Ag. bertema “Harmoni Pendidikan: Selaras di Sekolah, Kompak di Rumah”
Kegiatan ini dibuka oleh Ustadz Paryono selaku MC, dilanjutkan Sambutan Ustadzah Sari Yullaifah selaku Kepala SDIT Baitussalam Prambanan. Beliau menyampaikan terima kasih atas kesediaannya para orang tua untuk hadir acara POMG kelas 1,2, dan 3. Harapannya dengan kegiatan materi dari pembicara dapat selaras dan bersinergi anatara orang tua dan sekolah sehingga anak-anak tetap sholih sholihah.
Ustadzah Irma Laily Fajarwati menyampaikan para orang tua harus memahami apa yang sudah diajarkan di sekolah dan tetap diterapkan untuk di rumah. Sekolah memberikan ajaran ini maka diterapkan di rumah juga. Jangan sampai diterapkan di sekolah muroja’ah, di rumah tidak ada muroja’ah membaca Al Qur’an. Jadi tetap harus dilaksanakan juga di rumah.
Harapan dari kegiatan POMG ini, bagaimana sinergi antara guru dan sekolah. Pendidikan yang diterapkan di sekolah beriringan dengan apa yang dilakukan bapak ibu di rumah. Apa yang diterapkan di sekolah juga diterapkan di rumah, sehingga beriringan tujuan yang diharapkan di sekolah. ( Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



