Sleman – Organisasi Santri Baitussalam (OSBA) bersama Koordinator Pramuka (Koor) Ponpes Modern Baitussalam menggelar rapat kerja (raker) kepengurusan baru tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Pusat Ponpes Modern Baitussalam dan diikuti oleh seluruh pengurus OSBA-KOOR serta ustadz dan ustadzah pendamping.
Rapat kerja OSBA-KOOR diselenggarakan dalam dua waktu, yakni pada Selasa, 20 Januari 2026 untuk kepengurusan ikhwan dan Jumat, 23 Januari 2026 untuk kepengurusan akhwat. Raker ini bertujuan untuk memaparkan dan merumuskan program kerja OSBA-KOOR selama satu tahun ke depan. Sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas organisasi dan pembinaan santri.
Rangkaian kegiatan rapat kerja diawali dengan pembukaan oleh MC dari kalangan santri, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an dan sambutan. Pada raker OSBA-KOOR akhwat, sambutan pimpinan Ponpes Modern Baitussalam diwakili oleh Ustadzah Kantuningsih, S.Pd.AUD selaku Kepala Bidang Riset, Pengembangan, dan Penjaminan Mutu Ponpes Modern Baitussalam. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan (leadership) berfokus pada tanggung jawab terhadap diri sendiri serta kesungguhan dalam mengemban amanah.
Membangun Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Santri
Sidang rapat kerja berlangsung secara dua arah. Pengurus OSBA-KOOR memaparkan program kerja dan mendapat tanggapan serta masukan dari para ustadz dan ustadzah, baik dari unit SMP IT maupun SMAIT Baitussalam. OSBA menyusun program kerja yang terbagi dalam 10 divisi, yaitu Divisi Mudabbiroh, Keamanan, Takmir, Pengajaran, Bahasa, Kebersihan, Penerimaan Tamu, Media, Koperasi Dapur, serta Olahraga dan Kesehatan.
Beberapa masukan disampaikan oleh para pembimbing, di antaranya Ustadz Gino yang menekankan pentingnya penyusunan timeline kegiatan dan perencanaan anggaran. Ustadz Rohmat mengusulkan penggunaan angket dalam pemilihan nominasi divisi terbaik. Sementara Ustadzah Baety menyarankan penulisan format anggaran yang lebih lengkap serta koordinasi program dan anggaran dengan pihak sekolah dan pondok. Hal senada juga disampaikan oleh Ustadz Priyo yang menekankan pentingnya sinkronisasi timeline kegiatan dan anggaran dengan sekolah.
Adapun petugas dalam sidang raker akhwat ini di antaranya MC Karunia dan Mahira Shofiyanada (kelas 4). Ketua sidang akhwat dijabat oleh Az-Zahra Ziadatulqodr dengan wakil Aquila Faida Azmy. Sedangkan ketua sidang ikhwan dipimpin oleh Thoriq Martin Al Bar dengan wakil Gavra Abyan Florestiyanto.
Alhamdulillah, rapat kerja OSBA-KOOR tahun 2026 berjalan dengan khidmat, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. Diharapkan melalui rapat kerja ini, karakter kepemimpinan santri semakin kuat serta jiwa pelayanan di lingkungan Ponpes Modern Baitussalam dapat terus tumbuh dan berkembang. (Bidang Human Pondok Pesantren Modern Baitussalam)



