Ketaqwaan – Taujih KH Abdul Hakim AKA

Bagikan :

Ketaqwaan selalu lekat dengan diri kita sebagai hamba Allah yang beriman. Ketaqwaan juga bukan sekedar kata biasa yang asal dalam pemakaiannya namun Ia adalah kata yang mengandung kekuatan besar bila kita dapat memahaminya dengan baik. Taqwa menurut Umar Bin Khattab di ibaratkan sebagai Bukit Tinggi dengan jalan yang terjal serta penuh duri maka dalam menapaki nya harus dengan kewaspadaan serta kehati-hatian penuh agar tidak terpeleset maupun terkena durinya. Takwa ialah kewaspadaan dalam segala bentuk aktivitas dan amalan dalam keseharian menjadi keharusan bagi kita seorang muslim untuk bertaqwa Kepada Allah, selalu berhati-hati dalam segala tindakan, menjadi sensitif ketika bertindak, dapat memilih milih mana yang baik mana yang buruk, dapat mencari jalan rezeki yang selalu diridhoi Allah, dan selalu waspada dan berhati-hati agar Amalan kita tetap pada jalannya Allah ta’ala.¬†

 

Ketakwaan juga berarti tidak memberi kesempatan kepada kejahatan untuk mengambil alih. Amalan kita sehari-hari selalu diliputi diliputi kebaikan dimanapun ia berada baik ketika bersama maupun sendirian sehingga ketika kita dapat mendominasi amalan di kehidupan sehari-hari kita dapat mengenyahkan kesempatan kita untuk berbuat buruk.

 

Ketika kita  mampu menjadi insan yang berhati-hati dalam tindak-tanduk keseharian, Allah akan selalu bersama kita untuk menjaga dan mempermudah urusan. Sebagai guru menjadi teladan dan cerminan bagi peserta didik. Marilah meningkatkan kualitas ketakwaan kita supaya Allah mempermudah urusan kita juga amin amin ya robbal alamin