Sleman – Rabu, 11 Februari 2026, SMA Islam Terpadu Baitussalam menyelenggarakan Discovery Day untuk santri kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan terpisah antara putra dan putri. Santri putra mengunjungi PT Naturindo Fresh, sedangkan santri putri mengunjungi Agradaya dan Adana Gula Semut. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana menumbuhkan jiwa peneliti muda sekaligus wirausaha pada santri melalui pengalaman belajar yang inspiratif, kreatif, dan aplikatif. Sehingga santri dapat memiliki mindset mandiri, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Discovery Day Putra

Perjalanan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan jumlah peserta 33 santri dan 6 guru pendamping. Pukul 09.00 WIB rombongan sampai di PT Naturindo Fresh Kulon Progo. Naturindo Fresh merupakan produsen obat bahan alam, makanan, dan minuman yang telah tersertifikasi BPOM dan halal sejak tahun 2009. Di sana santri dikenalkan berbagai macam tanaman obat sekaligus belajar bagaimana cara menanamnya. Setelah itu, mereka diajak berkeliling area pabrik untuk melihat lebih dekat proses pembuatan berbagai produk Naturindo. Setelah berkeliling, santri secara berkelompok diberikan kesempatan untuk praktik membuat jamu dan berkompetisi membuat logo produk jamu yang sudah dibuat.
“Pengalaman yang seru dan membelajarkan. Dari sini, kami belajar melihat peluang dari apa-apa yang ada di sekitar kita. Dari tanaman obat, ternyata bisa menghasilkan produk yang kaya manfaat,” kesan salah satu santri.
Setelah mendapat banyak ilmu dan pengalaman di PT Naturindo Fresh, kegiatan Discovery Day putra ditutup dengan refreshing menuju Pantai Glagah Kulon Progo.
Discovery Day Putri
Perjalanan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan jumlah peserta 44 santri dan 6 guru pendamping. Pukul 09.00 WIB rombongan sampai di Agradaya, Sleman. Agradaya merupakan usaha pengolahan produk rempah-rempah, herbal, dan pangan lokal hasil budidaya petani yang telah dipasarkan hingga ke mancanegara. Selama kunjungan, santri mendapatkan pemaparan langsung dari pihak Agradaya, santri diajak untuk melihat proses pengolahan, pengeringan, dan pengemasan rempah-rempah, selain itu mereka juga berkeliling
melihat tumbuhan seperti kayu manis, daun salam, sereh wangi, Centella asiatica, minyak kayu putih, dan lain sebagainya. Setelah itu, rombongan diajak berdiskusi mengenai strategi pemasaran internasional yang telah menjangkau berbagai negara. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan edukatif.

Setelah puas belajar di Agradaya, rombongan bergerak menuju Adana Gula Semut yang berlokasi di Kulon Progo. Di sana santri dikenalkan secara langsung kelapa pandan sekaligus proses pengambilan air nira yang merupakan bahan dasar pembuatan gula semut. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing tentang sejarah Adana Gula Semut beserta beragam produknya. Setelah itu, santri diajak untuk praktik secara langsung bagaimana proses pembuatan gula bathok, gula semut, sampai proses pengemasan produk.
“Sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang bisnis, ekspor, dan potensi sumber daya alam Indonesia yang jika dikelola dengan baik akan menghasilkan produk yang luar biasa,” kesan Riska Khaerunnisa.

Setelah mendapat banyak ilmu dan pengalaman di Agradaya dan Adana Gula Semut, kegiatan putri ditutup dengan foto bersama.
Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi santri untuk berani berinovasi dan menciptakan peluang usaha sejak dini. Dan ke depan, semoga semangat dan ide-ide segar yang lahir dari kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda siap menjadi wirausahawan muslim yang berdaya saing. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)