Pembinaan Ketua JSIT Indonesia di Ponpes Modern Baitussalam

Bagikan :

Sleman-Ponpes Modern Baitussalam kedatangan tamu dari ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) baik tingkat pusat maupun wilayah pada Jum’at, 22 Mei 2026. Acara diadakan di gedung pusat, dan dihari oleh segenap pengurus harian dan wakil kepala sekolah dari semua unit yang ada di Ponpes Modern Baitussalam. Tujuan dari acara ini untuk menjalin silaturahim dan memberikan pembinaan kepada ustadz dan ustadzah Ponpes Modern Baitussalam oleh Ketua JSIT Indonesia.

Acara diawali dengan makan malam dan ramah tamah di rumah Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam. Kemudian acara inti pembinaan dilaksanakan di gedung pusat Ponpes Modern Baitussalam dari pukul 19.30-21.00 Wib. Acara pembinaan dibuka oleh ustadz Rohmat Sugiono, M.Pd  selaku MC, dilanjutkan tilawah dan sambutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh K.H. Abdul Hakim, Aka, Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran ketua JSIT Pusat dan pengurus wilayah JSIT DIY. Dalam sambutannya beliau juga menceritakan tentang sejarah Ponpes Modern Baitussalam dari kondisi dititik terendah sampai bisa mencapai kondisi seperti sekarang ini. Beliau juga menyampaikan tentang pilar penyangga pondok dari awal 3 pilar yaitu Pilar Al Qur’an, Pilar Lughowi, dan Pilar Tarbawi dan dalam perkembangannya sampai saat ini menjadi 5 Pilar Pondok yaitu Pilar Al Qur’an, Pilar Lughowi, Pilar Tarbawi, Pilar Ij’tima’, dan Pilar Ilmi wal Adabi. Di akhir sambutannya,beliau menambahkan bahwa pendidikan merupakan garda terdepan dalam membangun negara.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua JSIT Wilayah daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Agus Efendi,S.E. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Pimpinan beserta jajaran Ponpes Modern Baitussalam. Beliau juga menambahkan apa yang sudah disampaikan oleh KH. Abdul Hakim, Aka, bahwa pendidikan selain sebagai garda terdepan juga sebagai benteng terakhir dalam negara.

Rangkaian Acara

Acara dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua JSIT Indonesia, Ustadz Ahmad Fikri, M.Pd, NLP. Beliau mengawali dengan esensi khas Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia yang saat ini anggotanya sudah lebih dari 2000 sekolah. Ada tiga hal yang menjadi fokus JSIT yakni 1) Guru, 2) Siswa, 3) Orang Tua. Tiga hal inilah yang membedakan JSIT dengan sekolah lainnya. Tiga hal inilah yang perlu menjadi fokus utama dalam sebuah pembinaan dan komitmen SIT dalam dakwah pendidikan.

Guru di Sekolah Islam Terpadu harus memiliki komitmen kuat dalam dakwah pendidikan. Menjadi pelaku dakwah diibaratkan seperti memegang bara api: jika dipegang akan membakar diri sendiri, dan jika dilepas akan membakar orang lain. Maknanya, dakwah akan selalu memberi dampak, pertama-tama kepada diri pelakunya sendiri sebelum kepada orang lain. Pentingnya Tarbiyah bagi para pelaku dakwah. Para pelaku dakwah tidak boleh mengabaikan tarbiyah. Dalam dakwah pendidikan terdapat Trilogi Dakwah atau tiga esensi kebajikan dakwah pendidikan, yaitu: 1. Nasrul Fikroh , 2. Tanmiyatul Kafaah, 3. Kasbul Ma’isyah. Seluruh kegiatan dan manajemen sekolah harus mengacu pada muwashofat serta 20 prinsip aktivitas tarbiyah. Bahkan dalam RKAS, perlu dicantumkan anggaran khusus untuk peningkatan ruhiyah guru. Sementara itu, kurikulum pemerintah dipandang sebagai inhiraf, yakni sisipan dalam keseluruhan aktivitas besar sekolah yang berbasis tarbiyah.

Peran Guru dalam Pendidikan

Beliau juga menekankan pentingya indikator kuatnya tarbiyah guru. Indikator tersebut meliputi : 1) Seberapa rutin kegiatan mabit, taskif dan sarana tarbiyah lainnya untuk guru dan karyawan, 2) Seberapa kuat budaya membaca Al-Qur’an, 3)  Seberapa erat ukhuwah antar guru dan pegawai, 4) Seberapa hidup budaya ruhiyah dalam lingkungan sekolah. Semua Guru adalah Guru Al-Qur’an Setiap guru kelas sejatinya adalah guru Al-Qur’an. Keterpaduan pendidikan Islam harus benar-benar hadir dalam setiap pembelajaran di kelas, bukan hanya menjadi tanggung jawab guru PAI atau guru tahfiz saja. Beliau memberikan contoh Kompetensi Dasar Anak SD. Beberapa kompetensi dasar yang perlu ditanamkan kepada siswa SD antara lain: a. Memahami Hak Kepemilikan Anak memahami mana yang menjadi hak miliknya dan hak orang lain. b. Tanggung Jawab Kemampuan dasar untuk melakukan tugas secara mandiri. c. Komunikasi Membiasakan penggunaan “4 + 3 kata ajaib”:1) Permisi, 2) Minta tolong, 3) Mohonmaaf, 4) Terima kasih Ditambah: 1)Subhanallah, 2) Astaghfirullah,3) MasyaAllah.

Guru memiliki peran penting dalam pendidikan. Pentingnya Peran Guru terdapat dalam ungkapan: Al-mudarrisu ahammu min thariqah (Guru lebih penting daripada metode.) Bahkan dilanjutkan: Waruhul mudarris ahammu min al-mudarris (Ruh/spirit guru lebih penting daripada gurunya sendiri) Artinya, keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan metode, tetapi terutama oleh kualitas ruhiyah dan keteladanan guru.

Alhamdulillah pembinaan yang disampaikan oleh Ketua JSIT Indonesia berjalan dengan khidmat, antusias dan semangat dari para ustadz dan ustadzah. Pembinaan diakhiri pukul 21.00 WIB  dan ditutup dengan sesi foto bersama. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)

Pembinaan Ketua JSIT Indonesia di Ponpes Modern Baitussalam

Bagikan :