Taujih Badan Wakaf Pondok Pesantren Modern Baitussalam

Bagikan :

SlemanPondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan menggelar kegiatan Taujih Badan Wakaf Pemantapan Panca Jiwa Dan Panca Jangka Pondok Pesantren Baitussalam pada Sabtu (17/2/2026) di GOR Baitussalam Prambanan. Acara diawali dengan registrasi, penampilan pra acara berupa nasyid SD IT Baitussalam dan Nasyid akhwat Baitussalam dan pengkondisian peserta. Peserta kegiatan adalah Para guru atau Ustadz Ustadzah serta karyawan Baitussalam 1 Prambanan,Baitussalam 2 Cangkringan, dan Baitussalam 3 Blitar. Acara dibuka sekitar pukul 07.40 dengan dibuka oleh MC, yakni Ustadz Rohmat Sugiyono dan Ustadz Rakhmat Ali Syamsudi.

Acara diawali dengan pembukaan kemudian tilawah. Tilawah pada kesempatan Taujih Pemantapan Panca Jiwa Dan Panca Jangka Pondok Pesantren Baitussalam, disampaikan oleh salah satu siswa SDIT Baitussalam 2, Azzayan Nadhif Fauza. Suaranya sangat khusyu saat membacakan Al Qur’an sehingga membuat peserta khidmat mendengarkan.

Setelah tilawah, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hymne Oh Pondokku, dan Mars Baitussalam dengan dirjen dari Santri SMA IT Baitussalam.  Kemudian acara disambut oleh Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam, Ustadz KH Abdul Hakim AKa yang menyampaikan dan mengenalkan Sembilan orang anggota Badan Wakaf.

Badan Wakaf adalah Dewan Pembina Yayasan yang anggotanya ada 9 orang. Akan diadakan sidang badan wakaf untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang urgen(penting). Beliau juga menyampaikan perlu adanya penyatuan hati dan pengingat kembali tentang panca jiwa dan panca jangka Pondok Pesantren Modern Baitussalam.

Kegiatan Inti

Kegiatan Inti dibuka dengan Taujih Ustadz Dr. K.H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA. Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Modern Baitusalam. Beliau membuka dengan pantun,agar peserta lebih bersemangat untuk menjawab salam dan menerima taujih.  Beliau menyampaikan tentang syukur. “Kita mulai dengan syukur, syukur pintu untuk menuju laa azidanakum.  Allah Maha Benar, Maha Menepati Janji, dengan demikian seluruh perwujudan panca jiwa dan panca jangka pondok adalah syukur,”kata Ustadz Dr.K.H.Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA.

“ Ungkapan syukur sesuai laku kita di lapangan. Salah satu syukurnya,kita tidak menjadi munafiq. Jangan merusak harmoni kehidupan, jangan merusak alam. Kita sebaiknya memakmurkan kehidupan sesuai dengan panca jiwa kedua, keunggulan. Laku kita baik, pasti dapat simpati dari Allah. Kalau mencintai hamba-Nya, Allah akan memberikan kemampuan berkontribusi dan memakmurkan hamba-Nya untuk melaksanakan kebaikan.

“ Apa yang terjadi di Baitussalam bukan tiban, tapi proses untuk membesarkan Baitussalam oleh ustad,ustadzah, karyawan dan karyawati yang memantapkan panca jiwa dan panca jangka pondok,” tambahan penjelasan Beliau. Beliau juga menyampaikan terima kasih yang seikhlas-ikhlasnya atas perjuangan membesarkan pondok Baitussalam.

Zaman hari ini ada zaman era distuksi dan era konstruksi. Jahatnya era distruksi,  handphone (hp) bisa mempengaruhi anak-anak kita untuk melakukan hal berkonotasi negatif. Beliau mencontohkan beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia. Siapa yang bisa berkuasa atau mempengaruhi, Dia akan bisa berperan mempengaruhi yang lain.

Pesan beliau kepada peserta, untuk pengabdian dengan dorongan keikhlasan .Keikhlasan terus diasah yang akan bertemu dengan al ihsan. Pembelajaran yang tidak pernah berhenti, terus belajar, membaca. Citra baru yang akan dibangun Baitussalam, nilai-nilai Qur’an,saintifik, Keunggulan harus ada dan sangat penting di pesantren.  Pintu besar itu rahmatan lilalamin, bagaimana akan menjadi  Rahmat kalau tidak bisa mengungguli, tidak bisa menyelesaikan masalahnya, maka keunggulan penting.

Terakhir pesan Beliau, peran dari pesantren tetaplah terbukti terakomodasi tujuan pendidikan kita untuk meningkatkan keimanan. Ungkapan dari dunia pesantren, jika tidak punya kita tidak akan bisa memberi. Maka,keunggulan hal yang harus digaungkan secara kolektif. Ustadz Hidayat mengenalkan kembali anggota Badan Wakaf.

Di akhir taujihnya, Beliau menyampaikan agama di atas pendidikan. Jangan sampai pinter tapi keblinger, semakin pintar harusnya menghormati nilai-nilai agama. Pasal 3 ayat 5 jelas, ketika kita mengenal teknologi justru kita harusnya tetap menjunjung tinggi agama.

Al Qur’an telah mengingatkan jangan pernah memubazirkan potensi yang ada, jika kondisinya membaik segera diiisi segera diputuskan. Maksimalkan potensi yang ada.

Selanjutnya acara ditutup dengan doa oleh pimpinan Yayasan, Bapak Kasyadi.  Kemudian ditutup oleh MC. Acara Alhamdulillah berjalan dengan baik, berkah dan lancar. Semoga menambah pengetahuan dalam pemantapan panca jiwa dan panca jangka Pondok Pesantren Modern Baitussalam.

Tujuan diadakannya kegiatan Taujih, untuk mengingatkan dan menguatkan kembali implementasi panca jiwa dan panca jangka pondok di Baitussalam. Harapannya dilakukan tidak hanya perseorangan namun kolektif atau menyeluruh, semua yang berada di Pondok Baitussalam.

Kegiatan dilanjutkan kunjungan Badan Wakaf dan Pengurus Harian Pondok ke Baitussalam 4, Pathuk, Gunung Kidul. Kunjungan bertujuan untuk meninjau pembangunan Baitussalam 4 di Pathuk. Kunjungan berakhir jam 12 dilanjutkan persiapan Sidang Badan Wakaf Gedung Pusat. (Humas Ponpes Modern Baitussalam)

 

Taujih Badan Wakaf Pondok Pesantren Modern Baitussalam

Bagikan :