Sleman — Hubungan silaturahim dan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia kembali terjalin melalui kunjungan Sekolah Agama Menengah Rawang, Malaysia, ke Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan, Indonesia, pada Selasa (1/9).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Modern Baitussalam. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 20 santri dan 20 riayah/ustadz. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahim, bertukar pengalaman, serta berbagi cerita dan kisah inspiratif dalam dunia pendidikan.
Acara dipandu oleh Ananda Umar sebagai pembawa acara dan diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Yassar. Keduanya merupakan santri SMAIT Baitussalam. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat persahabatan serta kerja sama antar lembaga pendidikan dari kedua negara.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Nur Aini binti Jasman menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam atas sambutan dan kesempatan yang diberikan kepada rombongan Sekolah Agama Menengah Rawang.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kesepakatan kerja sama serta pemberian sijil/sertifikat yang menjadi bagian dari hubungan baik kedua lembaga. Selain itu, beliau menceritakan perjalanan rombongan selama berada di Indonesia dan menyampaikan harapan agar kerja sama antara Sekolah Agama Menengah Rawang dengan Pondok Pesantren Modern Baitussalam dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para peserta didik.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hubungan formal antar lembaga, tetapi juga dapat membuka ruang bagi pertukaran pengalaman, wawasan, serta berbagai kegiatan pendidikan yang bermanfaat bagi generasi muda Indonesia dan Malaysia.
Dari 3 Santri hingga 2.000 Santri
Acara inti kemudian disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam, Ustadz KH. Abdul Hakim.
Dalam kesempatan tersebut, beliau membagikan kisah perjalanan dan perkembangan Pondok Pesantren Modern Baitussalam. Beliau menceritakan bagaimana pondok tersebut dirintis dari kondisi awal yang hanya memiliki 3 santri, hingga kini berkembang menjadi lembaga pendidikan dengan jumlah sekitar 2.000 santri.
Perjalanan panjang tersebut menjadi kisah inspiratif bagi para peserta yang hadir. Berbagai dinamika, perjuangan, dan pasang surut dalam membangun pondok menjadi pelajaran bahwa perkembangan sebuah lembaga membutuhkan kesabaran, konsistensi, kerja keras, dan keikhlasan.
Kisah tersebut juga menjadi motivasi bagi para santri dan pendidik untuk terus berjuang dalam mengembangkan pendidikan serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Lawatan dan Foto Bersama
Setelah sesi pertemuan di Gedung Pertemuan selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada pukul 10.30 WIB dengan lawatan ke kawasan sekitar Pondok Pesantren Modern Baitussalam. Rombongan diajak mengenal lebih dekat lingkungan, suasana, serta berbagai kawasan yang ada di Pondok Pesantren Modern Baitussalam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama pada pukul 11.00 WIB sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut. Setelah sesi foto bersama, rombongan kemudian bersurai.
Kunjungan Sekolah Agama Menengah Rawang ke Pondok Pesantren Modern Baitussalam diharapkan memperkuat silaturahim dan kerja sama pendidikan Indonesia–Malaysia. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan inspirasi dalam membangun generasi muda yang berilmu dan berkarakter. Generasi muda diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Dari silaturahim lahir persahabatan, dari kerja sama tumbuh kemajuan, dan dari pendidikan lahir generasi masa depan. (Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam)



