Sleman — Santriwati Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan mengikuti kegiatan Perkemahan Kamis Jumat Sabtu (PERKAJUSA) pada 15–17 Oktober 2026 di Kampung Pramuka Bromonilan. Kegiatan ini diikuti oleh 295 santriwati dari jenjang SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan, mempererat ukhuwah, serta membentuk karakter yang mandiri, disiplin, dan tangguh.
Persiapan PERKAJUSA telah dilakukan oleh para santriwati selama kurang lebih dua minggu. Berbagai persiapan dilaksanakan dengan penuh semangat, mulai dari kebutuhan perkemahan hingga penampilan terbaik yang dipersiapkan oleh setiap ambalan dan pasukan untuk menghibur para andika dan pembina. Persiapan tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk melatih tanggung jawab, kreativitas, kekompakan, dan kerja sama.
Selama kegiatan berlangsung, para santriwati mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan dan perlombaan yang edukatif serta menyenangkan. Di antaranya adalah cerdas cermat Pramuka, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), lomba memasak, pentas seni, serta keterampilan sandi Morse dan semaphore, dan berbagai kegiatan lainnya. Seluruh kegiatan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam regu.
Antusiasme santriwati terlihat sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan. Semangat mereka dalam mengikuti setiap rangkaian acara menciptakan suasana perkemahan yang penuh keceriaan dan kebersamaan. Salah satu santriwati mengungkapkan bahwa PERKAJUSA kali ini memberikan kesan yang sangat mengesankan, bahkan membuatnya merasa ingin mengikuti perkemahan selama satu minggu. Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa berharganya pengalaman dan kebersamaan yang dirasakan selama perkemahan.
PERKAJUSA 2026: Mengukir Pencapaian, Menumbuhkan Karakter
Pada penutupan PERKAJUSA, alhamdulillah, sejumlah santriwati berhasil mencapai pencapaian dalam tingkatan kepramukaan. Sebanyak 10 santriwati dilantik menjadi Penegak Bantara, 21 santriwati mencapai tingkat Ramu, 1 santriwati mencapai tingkat Rakit, dan 3 santriwati mencapai tingkat Terap. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi para santriwati untuk terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan keterampilan, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan PERKAJUSA ini, para pembina berharap agar santriwati tidak hanya membawa pulang cerita seru dan kenangan indah, tetapi juga mampu menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik. Kemandirian, kedisiplinan, ketangguhan, tanggung jawab, dan solidaritas yang telah dilatih selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren maupun di tengah masyarakat.
PERKAJUSA 2026 bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan juga perjalanan pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Dengan semangat kepramukaan dan ukhuwah yang terjalin, diharapkan seluruh santriwati Baitussalam tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, tangguh, kreatif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



