Pengajian Rutin Ahad Pagi

Bagikan :

Sleman_ GOR Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan pada Ahad, 19 Juli 2026 dipadati jamaah untuk mengikuti Pengajian Rutin Ahad Pagi. Acara dimulai pukul 06.00 wib – 07.30 wib. Kegiatan ini dihadiri oleh ustadz ustadzah,  karyawan karyawati Pondok Pesantren Modern Baitussalam. Para santri, wali murid dari PAUD IT, SD IT, SMP IT, SMA IT, KMI, hingga masyarakat umum. Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam menimba ilmu agama melalui majelis taklim.

Rangkaian pengajian dibuka oleh pembawa acara Ustadz Paryono dan dilanjutkan dengan tilawah Qs. Abasa dari seluruh siswa kelas 2 SD IT Baitussalam Prambanan. Pengajian disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam. KH Abdul Hakim A.Ka. dengan tema “Problematika Orang Tua dan Anak Remaja yang Semakin Jauh dari Islam.” Tema tersebut diangkat sebagai bentuk kepedulian terhadap tantangan pendidikan keluarga di era modern. Yang menuntut peran orang tua semakin aktif dalam membimbing anak-anak agar tetap berada di jalan Islam.

Mengawali tausiyahnya, KH Abdul Hakim mengingatkan keutamaan menghadiri majelis ilmu dengan mengutip sabda Rasulullah SAW. “Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah.” Ketika para sahabat bertanya tentang taman surga tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah majelis zikir dan majelis ilmu. Para ulama kemudian menjelaskan bahwa majelis taklim merupakan salah satu bentuk Raudhatul Jannah atau taman surga di dunia. Tempat kaum muslimin memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat keimanan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan agar setiap orang tua merasa khawatir apabila meninggalkan generasi yang lemah (dhi’afan). Kekhawatiran itu bukanlah bentuk pesimisme, melainkan dorongan agar setiap orang tua mempersiapkan anak-anaknya. Menjadi generasi yang kuat, baik dalam keimanan maupun kehidupan.

Menurut beliau, terdapat enam aspek utama yang harus dibangun agar lahir generasi yang kuat (qawiyyan). Pertama adalah keimanan. Beliau mengutip QS. Ibrahim ayat 24. yang menggambarkan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah. Sebagai pohon yang baik dengan akar yang menghunjam kuat ke dalam tanah dan cabang yang menjulang ke langit. Keimanan yang kokoh akan menjadikan seseorang tidak mudah goyah oleh berbagai pengaruh negatif.

Aspek kedua adalah akhlak. Keimanan yang benar akan melahirkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan agama. Agar anak tumbuh menjadi pribadi yang santun, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah.

Selanjutnya adalah ilmu. KH Abdul Hakim menjelaskan bahwa ilmu merupakan pemimpin bagi amal. Ilmu agama, khususnya ilmu tauhid, hukumnya fardhu ‘ain, sehingga wajib dipelajari oleh setiap muslim. Sementara ilmu umum seperti kedokteran, pertanian, dan bidang keahlian lainnya termasuk fardhu kifayah. Meski demikian, seluruh ilmu hendaknya dibangun di atas fondasi tauhid agar memberikan manfaat yang membawa keberkahan.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi dengan meneladani Rasulullah SAW yang berhasil membangun kekuatan ekonomi umat. Menurutnya, setiap muslim perlu memiliki visi menjadi generasi muzakki, yakni pribadi yang mampu memberi manfaat dan berbagi kepada sesama.

Pada aspek sosial, beliau mengingatkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hubungan baik antarsesama. Rasulullah mengajarkan agar seorang muslim tidak menyakiti tetangganya serta menumbuhkan sikap itsar, yaitu mendahulukan kepentingan orang lain dalam perkara kebaikan. Nilai-nilai sosial inilah yang menjadi salah satu kekuatan dakwah Islam di tengah masyarakat.

Sebagai poin terakhir, KH Abdul Hakim menyampaikan pentingnya kepemimpinan. Beliau menjelaskan bahwa amar makruf nahi mungkar memerlukan kepemimpinan yang kuat agar nilai-nilai Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan. Kepemimpinan yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan dakwah serta membangun masyarakat yang lebih baik.

Melalui Pengajian Rutin Ahad Pagi ini, Pondok Pesantren Modern Baitussalam kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pendidikan dan dakwah. Yang tidak hanya membina para santri, tetapi juga memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk generasi Qurani. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari majelis ini dapat menjadi bekal bagi setiap orang tua untuk menghadapi tantangan zaman. Sekaligus melahirkan generasi yang kuat dalam iman mulia dalam akhlak, luas ilmunya, mandiri secara ekonomi, peduli terhadap sesama. Memiliki jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dan diakhir acara Alhamdulillah pengajian berjalan dengan lancar, peserta sangat antusias dan diselingi pembagian doorprize oleh Pimpinan Pondok Pesantren Baitussalam. (Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengajian Rutin Ahad Pagi

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar lainnya :