Pengajian Ahad Pahing Baitussalam 2 Cangkringan Angkat Tema Tazkiah an-Nafs

Bagikan :

Pengajian Ahad Pahing Baitussalam 2 Cangkringan Angkat Tema Tazkiah an-Nafs

Sleman – Ratusan jamaah menghadiri pengajian rutin Ahad Pahing yang diselenggarakan Pondok Pesantren Modern Baitussalam 2 Cangkringan di halaman SDIT Baitussalam 2 Cangkringan, Sleman, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti orang tua santri, ustaz dan ustazah, serta masyarakat sekitar.

Pengajian yang dimulai pukul 05.45 WIB itu menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Baitussalam 2 Cangkringan dan masyarakat sekitar.

Hadroh TKIT Baitussalam 2

Rangkaian acara diawali dengan penampilan hadroh oleh siswa TKIT Baitussalam 2 Cangkringan. Selanjutnya, dua siswa SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan bertugas sebagai pembawa acara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa dan siswi SDIT Baitussalam 2 Cangkringan.

Kajian utama disampaikan oleh K.H. Abdul Hakim, A.KA., dengan mengangkat tema Tazkiah an-Nafs atau penyucian jiwa. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah bahwa hati memiliki peran penting dalam menentukan baik dan buruknya perilaku seseorang.

Jamaah pengajian

Ia menjelaskan bahwa secara umum terdapat tiga kondisi hati, yaitu hati yang sehat, hati yang sakit, dan hati yang mati. Hati yang sehat akan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, sedangkan hati yang sakit dapat membuat seseorang mudah terjerumus dalam perbuatan dosa. Adapun hati yang mati tidak lagi peka terhadap kebenaran dan nasihat.

Dalam kajiannya, K.H. Abdul Hakim juga mengaitkan pembahasan tersebut dengan Hadits Arbain ke-6 mengenai perkara yang jelas dan perkara yang syubhat. Menurutnya, menjaga kebersihan hati menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang muslim agar mampu menjauhi perkara yang dapat merusak diri dan agamanya.

Ia juga menyampaikan lima amalan yang dapat menjadi sarana untuk menjaga dan mengobati hati, yakni membaca Al-Qur’an beserta memahami maknanya, melaksanakan salat malam, berkumpul dengan orang-orang saleh, berpuasa, serta memperbanyak zikir.

Lebih lanjut, jamaah diingatkan bahwa dosa yang dilakukan seorang muslim dapat meninggalkan noda pada hati. Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Selain tausiyah, panitia juga menyediakan makanan ringan (snack) dan doorprize bagi jamaah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar hingga acara selesai.

Melalui pengajian rutin Ahad Pahing tersebut, Baitussalam 2 Cangkringan diharapkan terus menjadi ruang pembinaan keislaman bagi santri, orang tua, pendidik, serta masyarakat, khususnya dalam membangun pribadi yang memiliki hati bersih dan akhlak mulia.

( Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengajian Ahad Pahing Baitussalam 2 Cangkringan Angkat Tema Tazkiah an-Nafs

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar lainnya :