Pengajian Ahad Pahing Baitussalam 2 Cangkringan Angkat Tema Kesalehan Menjaga Keturunan
Sleman, 27 September 2026 — Ratusan jamaah mengikuti Pengajian Rutin Ahad Pahing yang diselenggarakan Pondok Pesantren Modern Baitussalam 2 Cangkringan di halaman SDIT Baitussalam 2 Cangkringan, Sleman, Minggu (27/9/2026). Mengangkat pesan tentang kesalehan dan pentingnya menjaga keturunan, kegiatan ini diikuti orang tua santri, ustaz dan ustazah, serta masyarakat sekitar.
Pengajian dimulai sejak pukul 05.30 WIB. Sebelum memasuki acara inti, jamaah disuguhi penampilan tim hadroh SDIT Baitussalam 2 Cangkringan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh dua siswa SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan sebagai pembawa acara.

Rangkaian acara berikutnya diisi dengan tilawah Al-Qur’an oleh siswa-siswi TKIT Baitussalam 2 Cangkringan. Penampilan para siswa dari jenjang pendidikan yang berbeda tersebut turut memberikan suasana kekeluargaan sekaligus menunjukkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan keagamaan di lingkungan Baitussalam 2 Cangkringan.
Memasuki acara inti, jamaah mendapatkan tausiyah dari Ustaz H. Widodo, S.Ag., M.S.I., Penyuluh Fungsional Ahli Madya KUA Cangkringan.
Materi kajian
Dalam kajiannya, Ustaz Widodo mengangkat sejumlah ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesalehan, doa, serta tanggung jawab orang tua dalam mempersiapkan generasi penerus. Salah satu ayat yang disampaikan adalah QS Al-Ahqaf ayat 15.
Meneladani Nabi Ibrahim dalam Mempersiapkan Generasi
Ustaz Widodo menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai salah satu teladan dalam membangun generasi yang saleh. Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap keberlanjutan kebaikan dan keturunannya. Beliau merupakan ayah dari Nabi Ismail AS dan Nabi Ishaq AS.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Widodo juga mengajak jamaah memperhatikan doa Nabi Ibrahim AS yang terdapat dalam QS Asy-Syu’ara ayat 84.

Doa tersebut menjadi pengingat bahwa seorang muslim tidak hanya memikirkan kebaikan dirinya sendiri, tetapi juga perlu memikirkan kebaikan yang akan diwariskan kepada generasi sesudahnya.
“Kesalehan bukan hanya tentang menjadi baik untuk diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita menjadi pelopor kebaikan dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk warisan yang sangat penting untuk dipersiapkan orang tua bagi anak-anaknya. Di antaranya adalah ilmu yang bermanfaat, keteladanan, dan kesalehan.
Warisan Terbaik Bukan Sekadar Materi
Menurut Ustaz Widodo, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesalehan anak. Karena itu, pendidikan kepada anak tidak cukup hanya melalui nasihat, tetapi harus disertai dengan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Anak belajar dari apa yang mereka lihat dari orang tuanya. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan mampu menjadi contoh terbaik dalam ibadah, akhlak, kepedulian kepada sesama, serta berbagai bentuk kebaikan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Widodo juga menyampaikan sejumlah doa Nabi Ibrahim AS, di antaranya QS As-Saffat ayat 108–110 dan QS Asy-Syu’ara ayat 83. Ayat-ayat tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya doa dan ikhtiar dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan.
Jamaah juga diajak untuk senantiasa mendoakan orang-orang saleh serta berharap agar kebaikan mereka menjadi inspirasi dan memberikan manfaat bagi kehidupan umat.
Memperkuat Silaturahmi Jamaah
Pengajian Ahad Pahing berlangsung dengan suasana tertib dan khidmat. Selain menjadi sarana untuk menambah wawasan keislaman, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara keluarga santri, para pendidik, dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren Modern Baitussalam 2 Cangkringan.
Pembagian Doorprize
Sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, panitia membagikan snack kepada jamaah. Doorprize juga diberikan kepada sejumlah peserta sehingga menambah semarak suasana setelah rangkaian pengajian selesai.
( Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam )



