Sleman — TKIT Baitussalam 2 Cangkringan melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukasi bagi peserta didik Kelas B pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada proses pemanfaatan sumber daya alam serta kearifan lokal melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.
Pengarahan Kunjungan Edukasi
Kegiatan dimulai pukul 08.15 WIB dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan perjalanan menuju lokasi pertama, yaitu Sido Madu, menggunakan armada bus. Setibanya di lokasi, acara dibuka secara resmi oleh Ustadzah Erni Yuliastuti, S.Pd, dilanjutkan dengan pengarahan oleh Bapak Surya kepada seluruh peserta.
Setelah pengarahan, anak-anak melanjutkan perjalanan menuju perkebunan aren menggunakan armada colt. Perjalanan ini ditempuh karena lokasi perkebunan cukup jauh dengan akses jalan yang menantang. Di perkebunan aren, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan tanaman aren serta manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari

Perkebunan Aren
Perjalanan edukasi kemudian berlanjut ke pabrik tempe yang berlokasi di Dusun Pentingsari. Setibanya di lokasi, anak-anak beristirahat untuk makan siang dan melaksanakan salat Dzuhur bersama. Usai salat, peserta didik berjalan menuju rumah produksi tempe.
Kegiatan pengenalan pembuatan tempe diawali dengan pembukaan oleh Ustadzah Erni Yuliastuti, S.Pd, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan oleh pemilik rumah produksi tempe, yaitu Bapak Sariman dan Simbah Mardi Wiyono. Meski telah berusia lanjut, Simbah Mardi Wiyono tampak tetap enerjik dan aktif, karena masih rutin berjualan di pasar setiap hari.

Sambutan Ustadzah Erni Yuliastuti, S.Pd

Anak-Anak merasakan air Nira
Selanjutnya, Bapak Sariman dan Simbah Mardi Wiyono mengenalkan proses pembuatan tempe tradisional yang dibungkus menggunakan daun. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan, bahkan berkesempatan untuk mempraktikkan langsung membungkus tempe. Setelah kegiatan praktik, anak-anak diajak mencicipi tempe goreng yang telah disiapkan.
Kegiatan kunjungan edukasi ditutup dengan doa bersama. Sebagai kenang-kenangan, anak-anak membawa pulang oleh-oleh berupa tempe daun yang telah disiapkan oleh Bapak Sariman dan Simbah Mardi Wiyono. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, menumbuhkan rasa syukur, serta menanamkan kecintaan anak terhadap proses produksi pangan lokal sejak usia dini.
(Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam )



