
PKJ SMP IT Baitussalam
Sleman– SMP IT Baitussalam Prambanan menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler Kejogjaan Pranatacara dan Miranata Busana dari hari Senin sampai jumat tanggal 9-13 Februari 2026. Kokurikuler tersebut diawali dengan materi umum yang mengundang pembicara dari luar sekolah. Pembicara ada 2,untuk siswa putra, Bapak Supiyadi, S.Sn. dari SD Budi Mulia Dua Guru Mata Pelajaran Kebudayaan Jawa. Pembicara untuk siswa putri adalah Ibu Purwanti, S.Pd. M.Pd. Kepala SMP 4 Prambanan.
Kegiatan ini dibagi dua tempat, tempat siswa putra di Gedung Pusat Lantai 2. Sedangkan yang siswa putri di Masjid Baitul Fauziah Tholib. Acara ini terselenggara untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang diwajibkan tersampaikan di Satuan Pendidikan. Salah duanya, kegiatan PKJ ini membahas Pranatacara dan Miranata Busana Kasultanan Ngayogyakarta.
Acara ini berlangsung dengan pembukaan dari MC siswa kelas 8, kemudian tilawah, dan sambutan Kepala SMP IT Baitussalam Prambanan. Beliau menyampaikan kepada peserta didik untuk belajar dan berusaha mengenal Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) walaupun tidak semua peserta didik adalah orang Yogyakarta.
Peserta didik mendapatkan ilmu tentang bagaimana pranatacara itu harus bersikap, berbicara, dan belajar menyampaikan pranatacara/MC di hadapan masyarakat. Selain itu, peserta didik dapat mengembangkan sikap percaya diri berbicara di hadapan orang banyak.
Peserta didik juga mendapatkan bekal bagaimana cara miranata busana dengan mewiru jarik. Mewiru jarik menjadi pengalaman pertama mereka dalam belajar.
Kegiatan selanjutnya pendampingan di kelas oleh fasilitator sampai tanggal 11 Februari 2026. Fasilitator atau guru pendamping di kelas, memberikan penilaian dan memfasilitasi peserta didik. Agar lebih mudah memahami materi yang telah disampaikan pembicara pada hari Senin. Kegiatan puncaknya diadakan lomba mewiru jarik dan pranata adicara dengan tema bebas pada hari kamis dan jumat, 12 – 13 Februari 2026. Sebelum lomba, peserta lomba telah ditunjuk fasilitator untuk mewakili kelasnya dengan 3 peserta dari masing-masing kelas. Kegiatan berlangsung lancar dan baik. Semua peserta didik dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias melalui praktek di kelas dalam miranata busana yakni mewiru jarik dan pranatacara. Peserta lomba juga berlatih lebih percaya diri.
Harapannya melalui kegiatan ini, peserta didik SMP IT Baitussalam Prambanan bisa menerapkan Kokurikuler Kejogjaan ini dalam khasanah kehidupannya di masa depan. ( Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



