Sleman – Ustadz dan ustadzah guru SMP IT Baitussalam Prambanan mengikuti Workshop Pembelajaran STEM (18/10/2025), sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong penerapan pendekatan pembelajaran berbasis proyek di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana antusias dan interaktif.
Workshop dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh Ustadz Aprian Resahadi, S.Pd. selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Indra Kurniawan, S.Sos.I. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Baitussalam.
Dalam sambutannya, Ustadz Hasan Riyadi, S.Pd menyampaikan pentingnya kesiapan para guru dalam mengikuti dan mengembangkan pembelajaran STEM di SMP IT Baitussalam Prambanan. Ia mengajak seluruh guru untuk aktif belajar dan berpartisipasi dalam proses pengembangan pembelajaran.
“STEM menjadi titik besar dan pembeda untuk berkembang lagi pembelajaran di SMP IT Baitussalam Prambanan. Sebagai sekolah yang berkembang, kita harus menyiapkan diri untuk terus belajar,” ujarnya.
Penerapan Pembelajaran STEM
Materi utama workshop disampaikan oleh Bapak Sunarta, S.Pd., M.Pd yang membahas penyusunan rencana pembelajaran dengan pendekatan STEM. Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep STEM, rancangan pembelajaran berbasis STEM yang dapat diterapkan oleh guru, hingga komponen pembelajaran dalam setiap pertemuan yang dituangkan ke dalam modul ajar.
Bapak Sunarta, S.Pd., M.Pd juga menjelaskan bahwa penentuan topik proyek STEM dapat diawali dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar satuan pendidikan. Permasalahan tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Peserta didik juga dilatih untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar sekolah secara mandiri.
Dalam workshop tersebut, guru juga diarahkan untuk memunculkan berbagai ide permasalahan yang dapat dijadikan bahan proyek. Ide tersebut diharapkan menjadi dasar bagi terlaksananya kolaborasi lintas mata pelajaran pada jenjang kelas 7, 8, dan 9.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan sejumlah guru yang aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan gagasan selama sesi berlangsung. Diskusi yang tercipta membuat suasana workshop semakin hidup dan interaktif.
Melalui kegiatan ini, SMP IT Baitussalam Prambanan diharapkan mampu mempersiapkan pelaksanaan program pembelajaran STEM secara terencana dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas mata pelajaran diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dalam memecahkan masalah di lingkungan sekitar. (Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam)
