RAMBANAN – Masa remaja adalah fase pencarian jati diri yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk ancaman gaya hidup tidak sehat. Menyadari hal tersebut, SMP IT Baitussalam Prambanan mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Edukasi bahaya rokok bagi santri” yang diselenggarakan pada Senin, 22 Juni 2026. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB ini bertempat di Gedung Pusat Ponpes Baitussalam Prambanan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMP IT Baitussalam Prambanan, Ustaz Hasan Riyadi, S.Pd., beserta jajaran ustaz pendidik, wali kelas 7, dan wali kelas 8 ikhwan. Peserta utama dalam seminar ini adalah seluruh santri ikhwan dari kelas 7 dan 8, yang tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.
Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya rokok bagi santri. Pihak sekolah berharap dengan adanya edukasi ini, para santri dapat berpikir kritis untuk senantiasa menjauhi rokok. Lebih jauh lagi, mereka diharapkan mampu bersikap bijak dalam membuat keputusan agar tidak pernah mendekati rokok maupun produk sejenisnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Direktur Rumah Sakit Islam PDHI, dr. H. Bima Achmad Bina Nurutama, M.P.H., MQM. Dalam pemaparannya, beliau menciptakan suasana yang sangat interaktif saat seminar berlangsung. Berbagai pertanyaan dilontarkan dan dijawab dengan antusias melalui sesi tanya jawab yang hangat antara narasumber dan para santri.
Dalam materinya, dr. Bima membongkar mitos yang sering beredar di kalangan remaja, seperti anggapan bahwa vape hanyalah uap air. Faktanya, uap tersebut mengandung zat beracun seperti nikotin, formaldehida, asetaldehida, dan logam berat yang dapat memicu cedera paru akut atau EVALI. Beliau juga menjelaskan bagaimana cara kerja nikotin dalam meretas otak remaja yang masih tahap berkembang hingga usia 25 tahun, sehingga menciptakan siklus kecanduan yang merusak fokus belajar dan menurunkan stamina fisik secara drastis. Selain itu, narasumber menegaskan bahwa generasi muda sengaja dijadikan target pasar industri karena adanya faktor rasa takut tertinggal tren atau gengsi, serta kemampuan “rem” penahan diri pada otak yang belum sempurna. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya rokok bagi santri sangatlah krusial agar mereka tidak lagi terjerat dalam ilusi keren yang diciptakan oleh iklan produk tersebut.
Melalui kegiatan edukatif ini, besar harapan kami agar seluruh santri SMP IT Baitussalam Prambanan semakin mantap untuk secara konsisten memilih gaya hidup yang sehat. Keputusan yang mereka ambil mulai hari ini untuk tidak merokok akan menjadi sebuah investasi amat berharga bagi kesehatan fisik, kekuatan mental, dan juga kesuksesan masa depan. Humas Ponpes Modern Baitussalam.



