Penyuluhan Mental Health First Aider, Siswa SMA IT Baitussalam Belajar Menjadi Pendukung Sebaya

Bagikan :

Sleman – Senin, 22 Juni 2026 SMA Islam Terpadu Baitussalam bekerja sama dengan Puskesmas Prambanan menyelenggarakan Penyuluhan Mental Health First Aider. Kegiatan yang diikuti oleh 30 siswa dan 30 siswi ini dilaksanakan terpisah. Siswa putra di Ruang Serba Guna SMA, sedangkan siswa pu tri di Baitussalam Library. Penyuluhan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan awal kepada individu atau teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan mental, krisis emosional, atau tanda-tanda gangguan psikologis.

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB untuk siswa putri, dilanjut siswa putra pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan atau materi oleh Ibu Asiska D.I., M.Psi. Beliau mengawali sesi ini dengan mengaitkan antara remaja dengan gawai yang banyak menjadi pemicu terganggunya kesehatan mental. Kemudian beliau memaparkan tentang Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis. Mulai dari pengertian, tujuan, sampai bagaimana langkah-langkah dalam melakukan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis.

“Pertolongan pertama pada luka psikologis berbeda dengan trauma healing. Seseorang dikatakan mengalami trauma apabila setelah enam bulan pascakejadian individu tersebut masih merasakan ketidaknyamanan. Sedangkan luka psikologis, kondisi di mana ada perasaan tidak nyaman yang sifatnya berlebih dan berdampak pada terganggunya aktivitas,” tutur Ibu Siska.

Beliau menambahkan, sebagai Mental Health First Aider, prinsip utamanya adalah Lihat (Look), Dengarkan (Listen), dan Hubungkan (Link). Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal yang boleh dilakukan yaitu bersikap tenang dan sabar, mendengarkan tanpa menghakimi, menghormati keyakinan dan budaya individu, memberikan informasi yang jujur dan jelas, serta menjaga kerahasiaan informasi pribadi. Sedangkan hal yang tidak boleh dilakukan oleh Mental Health First Aider yaitu memaksa seseorang untuk bercerita, menghakimi atau menyalahkan, memberikan janji yang tidak pasti, menganggap semua orang bereaksi dengan cara yang sama, serta memberikan diagnosis psikologis jika bukan tenaga profesional. Pada intinya beliau menyampaikan bahwa Mental Health First Aider berperan sebagai pemberi dukungan awal bagi individu yang mengalami kesulitan psikologis. Fokus utamanya adalah mengenali tanda masalah, mendengarkan dengan empati, memberikan dukungan awal, dan menghubungkan individu dengan bantuan yang tepat, bukan menggantikan peran tenaga kesehatan mental profesional. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan penutup.

Dengan kegiatan penyuluhan Mental Health First Aider ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan remaja. Diharapkan para santri dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung teman sebaya yang mengalami kesulitan emosional, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, peduli, dan mendukung kesejahteraan mental seluruh warga sekolah. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penyuluhan Mental Health First Aider, Siswa SMA IT Baitussalam Belajar Menjadi Pendukung Sebaya

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar lainnya :