Sejarah Singkat
SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan
(Fullday School)

Sejarah Singkat
SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan
(Fullday School)

SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan resmi didirikan pada tahun 2019 di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman, sebagai bentuk ekspansi dari Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan. Kehadiran lembaga berbasis Fullday School ini merupakan respon nyata atas tingginya aspirasi masyarakat yang mendambakan model pendidikan Islam terpadu dengan sistem non-boarding. Pengembangan kawasannya sendiri sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2005/2006 untuk jenjang PAUD dan SDIT 2, hingga akhirnya jenjang SMPIT resmi dibuka untuk meluaskan jangkauan dakwah. Di bawah naungan pondok induk, sekolah ini mengemban misi suci menanamkan adab, menguatkan tauhid, serta melahirkan generasi berakhlak mulia melalui visi utama terwujudnya generasi Qur’ani yang unggul, tangguh, mandiri, berwawasan global, dan berakhlak mulia.

Dalam perjalanan perkembangannya, infrastruktur dan legalitas operasional sekolah terus diperkuat demi menjamin mutu serta pelayanan pendidikan. Pada 16 Oktober 2021, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meresmikan langsung gedung baru berlantai dua senilai 844 juta rupiah yang menandai kesiapan fasilitas mandiri bagi para santri di Cangkringan. Momentum ini disusul dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Operasional resmi dengan nomor 503/000002.41.21/0001/SMP/2022 serta kepemilikan NPSN 70026483 pada Januari 2022. Komitmen terhadap mutu akademik dan tata kelola kelembagaan ini membuahkan hasil gemilang pada tahun 2023, di mana SMPIT Baitussalam 2 Cangkringan sukses meraih Akreditasi A. Bersamaan dengan penguatan legalitas tersebut, organisasi internal santri bernama OSBA (Organisasi Siswa Baitussalam) juga dibentuk guna melatih jiwa kepemimpinan sejak dini.

Seluruh pencapaian operasional dan pengakuan formal tersebut berjalan selaras dengan konsistensi penerapan model integrasi kurikulum utama di Baitussalam. Sekolah mengadopsi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Baitussalam yang membawa paradigma Holistic Education dengan ruh Qur’anic, Scientific, & Leadership (QSL) sebagai motor penggerak pembelajarannya. Dinamika kepemimpinan yang bergulir dari waktu ke waktu terus mengawal komitmen ini agar tetap berada di jalur yang tepat. Melalui sinergi kurikulum yang seimbang antara ilmu umum dan nilai keislaman, institusi ini terus melangkah mantap dalam mewujudkan jargon utamanya, “Menanamkan Adab, Mengukir Prestasi”, sebagai fondasi karakter agar para murid mampu berdampak luas dan membawa keberkahan bagi sesama.