Sleman – Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyyah Baitussalam 4 Ponpes Modern Baitussalam menggelar pembekalan Fathul Kutub selama empat hari dari tanggal 11-14 Mei 2026. Pembekalan bertempat di Aula Gedung Pusat Ponpes Modern Baitussalam Prambanan. Pembekalan ini diikuti oleh santri kelas 5 dan kelas 3 intensif akhwat.
Pembukaan pembekalan Fathul Kutub dilaksanakan pada hari Senin, 11 Mei 2026. Acara diawali oleh Ananda Zahida kelas 3B selaku MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an. Acara selanjutnya sambutan dan sekaligus membuka pembekalan Fathul Kutub oleh K.H Abdul Hakim, Aka., Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam. Dalam sambutannya beliau menyampaikan makna dari Fathul Kutub. Fathul Kutub adalah kemampuan membuka, membaca, memahami, dan menelaah kitab-kitab para ulama secara mandiri. Dalam dunia pendidikan Islam, khususnya di pesantren, Fathul Kutub menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh para santri. Dengan kemampuan ini, santri tidak hanya bergantung pada penjelasan guru, tetapi juga mampu mencari dalil, memahami pendapat ulama. Tentunya juga dapat menemukan solusi atas berbagai persoalan berdasarkan referensi yang terpercaya.
Kemampuan Fathul Kutub melatih santri untuk berpikir kritis, teliti, dan sabar dalam memahami isi kitab. Seorang santri akan terbiasa membaca teks Arab tanpa harakat, memahami kaidah nahwu dan sharaf, serta menelusuri makna yang terkandung di dalamnya. Hal ini menjadikan santri lebih mendalam dalam memahami ilmu agama, bukan sekadar menghafal materi.
Kemampuan ini juga menjadi sarana menjaga warisan keilmuan Islam. Ribuan kitab karya ulama terdahulu menyimpan ilmu yang sangat luas, mulai dari aqidah, tafsir, hadis, fiqih, akhlak, hingga sejarah Islam. Selian itu juga, generasi muda Islam dapat terus mempelajari dan melestarikan khazanah ilmu tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.
Relevansi Fathul Kutub di era modern
Di era modern saat ini, kemampuan Fathul Kutub tetap relevan. Banyak persoalan baru yang membutuhkan jawaban berdasarkan ilmu syariat. Santri yang mampu melakukan Fathul Kutub akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada sumber-sumber keilmuan yang benar dan terpercaya.
Di akhir sambutannya beliau memberikan motivasi kepada para santri bahwa Fathul Kutub bukan hanya sekadar tradisi pesantren, tetapi merupakan kunci untuk melahirkan generasi ulama, pendidik, dan pemimpin yang berilmu luas, bijaksana, serta mampu memberikan manfaat bagi umat.
Setelah acara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan pembekalan materi meliputi ilmu aqidah oleh Ustadz M. Saiful, materi Ilmu tafsir oleh ustadz Ahmad Izzat Zainul Fikri, Lc., dan materi ilmu Fiqih oleh Ustadzah Ummi Hanifah.
Selama masa pembekalan para santri mendalami ilmu aqidah, ilmu tafsir dan ilmu fiqh dengan dibimbing oleh ustadz dan ustadzah yang kompeten di bidangnya. Di sela-sela pembekalan para santri juga berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusinya yang kemudian ditanggapi oleh santri lainnya. Suasana pembekalan berlangsung dengan khidmat, antuasias dan penuh semangat dari para santri yang mengikuti pembekalan.
“Alhamdulillah Fathul Kutub kali ini membuka wawasan kami dan lebih membuka hati kami dalam belajar bahasa arab dengan lebih giat dan lebih semangat,” demikian kesan yang disampaikan Ananda Noura Maulidya Azis salah satu peserta pembekalan Fathul Kutub.
“Untuk adik-adik kelas, jangan takut untuk menghadapi Fathul Kutub, karena Fathul Kutub sebenarnya menyenangkan dan dapat membuat pemikiran kita lebih kritis.” Demikian Ananda Noura menambahkan. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam).



