Blitar – 29 April 2026, SMP Quran Global Sains Baitussalam 3 melaksanakan kegiatan pembelajaran luar kelas bertajuk Egg-Ploration Day yang berlangsung di Ayam-Koe Farm, Desa Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Rabu (29/4). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, baik kelas 7A maupun 7B. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan persiapan keberangkatan, tausiyah, hingga perjalanan menuju lokasi peternakan. Setibanya di lokasi, siswa mengikuti sesi pembukaan yang berisi sambutan dari pihak sekolah dan pengelola peternakan.
Kegiatan inti diisi dengan eksplorasi dunia peternakan ayam secara langsung. Siswa mendapatkan penjelasan rinci dari dokter hewan mengenai proses terbentuknya telur, mulai dari jenis ras ayam, modifikasi genetik, hingga penggunaan vaksin dan pakan ternak. Penjelasan ini memberikan wawasan mendalam khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selain itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran lainnya. Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), siswa mempelajari prinsip ekonomi, faktor kelangkaan, serta proses produksi pangan. Sementara dalam Bahasa Indonesia, siswa diarahkan untuk menyusun laporan hasil observasi berdasarkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan.
Siswa juga berkesempatan berkeliling area peternakan, melakukan pengamatan langsung, serta berdiskusi dengan narasumber. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan sesuai jadwal, kemudian ditutup dengan penyerahan oleh-oleh sebelum kembali ke sekolah. Menurut Ketua Kelas 7A, kegiatan ini sangat menyenangkan karena siswa dapat mengetahui secara langsung berbagai jenis ayam serta proses yang terjadi di peternakan telur ayam. Pengalaman ini membuat pembelajaran terasa lebih nyata dan mudah dipahami. Kegiatan Egg-Ploration Day ini berjalan sukses dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata. “Learning is not only about books, but also about real experiences.” Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran terbaik lahir dari pengalaman langsung yang dialami siswa. (Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam)



