Sleman – Ahad, 3 Mei 2026, Pondok Pesantren Modern Baitussalam kembali menggelar Pengajian Ahad Kliwon. Pengajian kali ini mengulas tentang Keteladanan Nabi Ibrahim, dengan narasumber Ustadz Abdul Hakim, A.Ka., selaku pimpinan PPM Baitussalam. Pengajian yang dilaksanakan di GOR Baitussalam ini dihadiri oleh guru, karyawan, wali murid dari unit PAUD, SDIT, SMPIT, SMAIT, KMI, serta masyarakat umum.
Acara dimulai pukul 05.30 WIB dengan diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Paryono selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa-siswi SDIT Baitussalam. Acara dilanjutkan dengan materi dari Ustaz Abdul Hakim, A.Ka.
Dalam sesi materi, Ustaz Hakim mengawali dengan Hadis Riwayat Muslim yang berbunyi, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” Beliau mengingatkan kepada hadirin bagaimana orang-orang yang mencari ilmu, menghadiri kajian, menghadiri majelis ilmu, Allah berikan balasan surga.
Selanjutnya, beliau menjelaskan tentang isi QS. Al Mumtahanah: 4 yang berisi keteladanan dari Nabi Ibrahim. Mulai dari ketauhidan beliau yang begitu tinggi, ketaatan yang luar biasa, mampu membentuk keluarga islami, doa-doa beliau yang makbul, tawakal, serta begitu sabar. Secara terperinci Ustaz Hakim menceritakan perjalanan hidup Nabi Ibrahim, beliau kala itu berani memenggal kepala patung-patung/ berhala kaum Raja Namrud. Oleh karena perbuatannya, Raja Namrud dan kaumnya marah dan memutuskan untuk membakar Nabi Ibrahim.

Namun, ketika api sudah menyala, Allah memerintahkan kepada api agar ia menjadi dingin, sehingga Ibrahim tidak terbakar. Oleh karena hal tersebut, akhirnya Nabi Ibrahim diusir dari Babilonia. Beliau pergi ke Mesir bersama istrinya, Sarah. Sampai di sana Raja Mesir menyukai Sarah dan meminta agar Sarah ikut bersamanya. Akan tetapi karena doa Nabi Ibrahim dan penjagaan Allah yang luar biasa, ketika Raja Mesir mendekati Sarah, tubuhnya terasa kaku, tidak bisa digerakkan. Akhirnya Raja Mesir mengembalikan Sarah kepada Nabi Ibrahim serta memberikan hadiah seorang pembantu bernama Hajar.
Nabi Ibrahim selanjutnya pergi menuju Palestina. Suatu ketika Sarah divonis mandul, sehingga dia meminta Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar. Setelah menikahi Hajar, beliau dikaruniai seorang anak yang diberi nama Ismail. Nabi Ibrahim meminta Hajar dan Ismail hidup di Makkah. Suatu hari Ibrahim menengok Ismail yang sudah mulai dewasa. Di Makkah mereka membangun atau meninggikan pondasi Ka’bah atas perintah Allah. Kemudian turun perintah dari Allah dalam QS. As Shaffat: 102 untuk menyembelih Ismail. Ismail yang mendengar hal tersebut, karena mengetahui bahwa perintah tersebut datang dari Allah, Ismail langsung mengiyakan perintah tersebut. Ketika pisau sudah melekat di leher Ismail, kemudian Allah menggantinya dengan domba. Dari kisah tersebut kemudian muncul perintah untuk berkurban.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, dan doa penutup. Semoga dengan pengajian ini diharapkan nilai-nilai pengorbanan, kesabaran, serta keteguhan hati yang dicontohkan Nabi Ibrahim menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



