Sleman –Madrasah Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al Islamiyah (KMI) Baitussalam 4 menggelar kegiatan perdana Amaliyatut Tadris atau micro teaching sebagai bagian dari program pendidikan bagi siswa akhir Baitussalam 4 kelas 6 pada hari Senin 20 April 2026 bertempat di Aula Gedung pusat Ponpes Modern Baitussalam Prambanan. Tujuannya adalah untuk melatih keterampilan mengajar serta mempersiapkan para santri menjadi pendidik yang kompeten di masa depan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa akhir Baitussalam 4 kelas 6 sebagai peserta utama. Dalam kegiatan ini, para santri diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembelajaran di depan kelas, layaknya seorang guru profesional.
Amaliyatut Tadris sebagai Ajang Uji Kompetensi Mengajar Santri
Amaliyatut Tadris ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari pembelajaran teori yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan di Baitussalam 4. Santri yang pertama kali melaksanakan amaliyatut tadris ini adalah Ananda Aunillah Asymal. Santri tersebut mengajar adik kelasnya dan dibersamai oleh para penguji. Para penguji tersebut terdiri dari Prof. Tulus Musthofa, MA dan Syekh Malik Yahya Al Mujammir selaku anggota Badan Wakaf, Ustadz Ali Muhsin dan Ustadz Qomarudin, M.Pd perwakilan Dewan Masyayikh, Ustadz Ahmad Izzat Zainur Fikri, LC selaku Direktur Baitussalam 4, Ustadz Rifki Firmansyah, M.H, serta asatidz yang telah ditunjuk.
Para peserta diuji dalam berbagai aspek, seperti penyampaian materi, penguasaan kelas, penggunaan metode pembelajaran, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan siswa. Kegiatan ini berlangsung dengan bimbingan dan pengawasan dari para ustadz dan ustadzah yang berperan sebagai evaluator. Mereka memberikan penilaian serta masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas mengajar para peserta.
Pelaksanaan micro teaching ini menjadi sangat penting karena menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa kelas akhir Baitussalam 4. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri serta tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Alhamdulillah, kegiatan Amaliyatut Tadris ini berjalan dengan khidmat, lancar, dan penuh semangat. Baik santri kelas akhir yang praktik mengajar maupun santri kelas 1 dan 2 yang mengikuti kegiatan ini turut berpartisipasi dengan antusias.
Dengan adanya kegiatan Amaliyatut Tadris, diharapkan para siswa akhir Baitussalam 4 Ponpes Modern Baitussalam mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Selain itu, mereka diharapkan siap terjun ke masyarakat sebagai guru yang profesional, berakhlak mulia, dan berdedikasi tinggi. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



