Sleman – Santri SMP IT Baitussalam Prambanan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dua tim SMP IT Baitussalam berhasil meraih medali Perak dan Perungggu dalam ajang 7th AISEEF 2026 (ASEAN Innovative Science, Environmental, and Entrepreneur Fair) yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP).
AISEEF 2026 merupakan kompetisi sains internasional yang dilaksanakan secara hybrid, yakni daring pada 26–29 Januari 2026 dan luring pada 9–12 Februari 2026. Untuk pelaksanaan tahap awal, kegiatan lomba berlangsung secara online melalui Zoom pada Senin, 26 Januari 2026.
Ajang ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang sains, bahasa Inggris, serta critical thinking. SMP IT Baitussalam Prambanan mengirimkan dua kelompok peserta untuk berkompetisi di tingkat internasional tersebut.
Kelompok santri putri (akhwat) yang terdiri dari Kayla Izzati, Keisha Anindita, Syafara Nur, Aulia Qonita, dan Zahirah Fathiyah berhasil meraih Medali Perak. Mereka mengusung judul penelitian “Nano-Scaffolds As An Innovation In Bone Tissue Engineering Made From Blood Shell (Tegillarca Granosa) With Polyvinyl Alcohol Through The Electrospinning Method”.
Sementara itu, kelompok santri putra (ikhwan) yang beranggotakan Aqil Khairul Muttaqin, Bintang Nur Setiyo Raharjo, Naufal Rayyan Sholikhin, Wisam Sukirno Marno Miharjo, Kenzie Putra Pratama Alviadi, dan Syifaa Syahman Hazazi berhasil meraih Medali Perunggu melalui penelitian berjudul “Coffee Grounds Carbon Electrodes For A Low-Cost Supercapacitor”.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri SMP IT Baitussalam Prambanan mampu bersaing di kancah internasional serta menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi akademik dan riset siswa sejak dini.



