Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan

Pondok Pesantren Modern Baitussalam berdiri pada tahun 1987 yang bertempat di daerah taskombang, prambanan, klaten yang dipimpin oleh KH Agus Hariadi, setelah itu mendapat tanah wakaf dari H Mbah darhal yang bertempat di Pulerejo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. KH Agus Hariadi menderita sakit meninggal dunia wasiat untuk yang menggantikan beliau meneruskan perjuanagn pondok yaitu KH Abdul Hakim yang masih kakak ipar dari KH Agus, Tepat tahun 1997 santri berganti alih ke TK (Taman Kanak-kanak) dengan santri yaitu seluruh anak-anak dari ustadz dan ustadzah Pondok Baitussalam.

Setelah berjalan 4 tahun tepat pada tahun 2000 KH Abdul Hakim mendirikan SD IT Baitussalam yang mana masih santri dari alumni TK IT Baitussalam, berjalan 7 tahun di tahun 2007 KH Abdul Hakim mendirikan SMP IT yang mana wajib Boarding atau tinggal di asrama selama diasrma santri berkumpul dalam satu tempat yaitu asrama yang setiap asrama terdapat 1 wali asrama yang memantau kegiatan santri dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Setelah 7 tahun mendirikan SMP IT Pondok Pesantren Modern Baitussalam dengan izin Allah dan dukungan masyarakat mendirikan SMA IT yang wajib Boarding, kepercayaan masyarakat sangat kuat untuk Pondok Baitussalam, KH Abdul Hakim tidak hanya mendirikan pondok di Prambanan akan tetapi beliau sudah mendirikan Baitussalam 2 yang berada di Cangkringan, alhamdulillah Sudah ada TK IT Baitussalam 2, SD IT Baitussalam 2 dan SM IT Baitussalam (Full Day).

Kemajuan zaman yang begitu cepat dan persaingan global yang semakin dahsyat menuntut generasi muda Islam harus memiliki bekal ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum yang seimbang. Kematangan Imtaq dan Iptek merupakan syarat mutlak untuk memenangkan persaingan di segala bidang. Menjawab kebutuhan tersebut maka didirikanlah SMPIT Baitussalam. yang merupakan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu yang memadukan kurikulum kepesantrenan dan kurikulum Diknas memberikan pola pendidikan berbasis kompetensi dengan porsi 60% praktikum/penelitian ilmiah dan 40% teori, sehingga dengan demikian akan dihasilkan lulusan yang cerdas, disiplin, memiliki kematangan kepribadian, memiliki kecakapan hidup dan terampil dalam berbahasa Arab/Inggris maupun dalam keilmuan lainnya.