Sleman – Keberanian berbicara di depan umum bukan sekadar k
emampuan menyampaikan kata-kata, melainkan salah satu bekal penting untuk menjadi pemimpin masa depan. Menyadari pentingnya keterampilan tersebut, SMA Islam Terpadu Baitussalam Prambanan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Public Speaking dalam program Youth Oratory Leadership pada Senin, 2 November 2026 pukul 09.30 WIB bertempat di Ruang Serbaguna SMA IT Baitussalam.
Kegiatan yang diikuti oleh santri putra kelas X dan XI ini menghadirkan narasumber inspiratif, Rayhan Alfiano Sukaca Putra, alumni SMA IT Baitussalam tahun 2023 yang kini dikenal melalui berbagai prestasi dan kiprahnya di bidang komunikasi publik. Rayhan merupakan Mahasiswa Berprestasi Universitas Tidar 2026, Top 5 Duta Budaya DIY, 5th Runner-up Putra Putri Kebudayaan Nusantara, serta aktif sebagai public speaker dan
Kehadiran Rayhan menjadi momentum istimewa bagi para santri. Tidak hanya mendapatkan materi dan pengalaman seputar public speaking, mereka juga berkesempatan belajar langsung dari sosok alumni yang pernah menempuh pendidikan di lingkungan yang sama. Hal ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan dan pembinaan di Baitussalam dapat menjadi pijakan bagi para santri untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala SMA IT Baitussalam, Ustaz Gino Erman Agusta, S.Pd.Si., menekankan pentingnya membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi bagi generasi muda. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan kecerdasan akademik, tetapi juga harus mampu menyampaikan gagasan, menginspirasi orang lain, serta mengomunikasikan nilai-nilai kebaikan secara efektif.
Program Youth Oratory Leadership menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam membentuk karakter santri yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan keberanian tampil di ruang publik. Melalui program ini, santri didorong untuk tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga percaya diri, berkarakter Islami, dan siap mengambil peran strategis di masa depan.
Suasana kegiatan semakin menarik ketika para santri mendapatkan kesempatan berinteraksi dan belajar dari pengalaman narasumber. Dalam sesi wawancara, salah satu peserta, Muhammad Fatwa, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut. Menurut Fatwa, pelatihan ini memberikan motivasi dan pengalaman baru, khususnya dalam membangun keberanian untuk berbicara di depan banyak orang. Ia juga merasa terinspirasi melihat perjalanan prestasi narasumber yang merupakan alumni Baitussalam.
“Dari kegiatan ini saya belajar bahwa untuk bisa berbicara di depan umum, kita harus berani mencoba terlebih dahulu. Jangan takut salah atau merasa minder. Kepercayaan diri itu perlu dilatih dan dibangun melalui pengalaman,” ungkap Fatwa.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan di SMA IT Baitussalam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang pengembangan potensi, bakat, dan kepemimpinan santri. Melalui perpaduan pembinaan keislaman, keilmuan, dan kepemimpinan dalam semangat Qur’anic, Scientific, Leadership (QSL), sekolah berkomitmen menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman.
Kisah perjalanan Rayhan menjadi pesan tersendiri bagi seluruh peserta bahwa latar belakang pendidikan bukanlah batas untuk meraih prestasi. Justru dari lingkungan pendidikan yang baik, keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri dapat mengantarkan seseorang menuju berbagai kesempatan dan pencapaian.
Melalui Youth Oratory Leadership, SMA IT Baitussalam berharap semakin banyak santri yang berani menyampaikan gagasan, mampu menginspirasi sesama, serta siap menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memberikan teladan dan menghadirkan manfaat bagi umat. Karena pemimpin masa depan tidak lahir hanya dari mereka yang pandai berpikir, tetapi juga dari mereka yang berani menyuarakan kebenaran dan menggerakkan perubahan. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



