Sleman – SMA Islam Terpadu Baitussalam menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama dan Doa Bersama Sukses Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi seluruh santri kelas XII pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB, bertempat di Aula Gedung Pusat Lt. 2 Ponpes Modern Baitussalam.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penguatan motivasi bagi santri kelas XII dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memperoleh hasil akademik yang optimal, tetapi juga senantiasa mengedepankan keikhlasan, kesungguhan, serta keberkahan dalam setiap proses perjuangan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Ustaz Rohmat Sugiyono, M.Pd. dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Ahmad Izzuddin Al Hanif. Setelah itu, Kepala SMA IT Baitussalam, Ustaz Gino Erman Agusta, S.Pd.Si. menyampaikan sambutan dan arahan kepada seluruh santri kelas XII. Acara dilanjutkan dengan penyampaian untaian kata dari perwakilan santri kelas XII, Thoriq Martin Al Barr. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan ungkapan harapan dan doa serta semangat untuk bersama-sama berjuang meraih kesuksesan dalam menghadapi TKA 2026. Suasana semakin bermakna dengan penyampaian pesan dan nasihat dari perwakilan wali santri, yaitu orang tua Ananda Hanif, Bapak Soerja Koesnarpadi.
Memasuki acara inti, Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam, Ustaz Abdul Hakim, menyampaikan taujih dan nasihat yang memberikan penguatan spiritual serta perspektif mendalam tentang makna keberhasilan. Dalam taujihnya, beliau mengingatkan bahwa setiap santri hendaknya tidak sekadar menjadi pribadi yang baik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang memperbaiki.
Beliau mengutip pesan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mulk ayat 2, bahwa Allah Swt. menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang paling baik amalnya. Oleh karena itu, keberhasilan TKA tidak semata-mata diukur dari angka atau nilai yang tertera, tetapi juga dari kualitas proses yang dijalani, kesungguhan dalam berjuang, keikhlasan, serta keberkahan yang menyertainya. Ustaz Abdul Hakim menegaskan bahwa nilai yang tinggi belum tentu menjamin keberkahan. Sebab, keberkahan tidak hanya lahir dari hasil, melainkan juga dari proses yang dilandasi keikhlasan dan mujahadah (kesungguhan dalam berjuang). Beliau menjelaskan bahwa keberkahan merupakan ziyadatul khair, yaitu bertambahnya kebaikan. Usaha yang sungguh-sungguh, keikhlasan yang terus ditingkatkan, dan amal kebaikan yang senantiasa dijaga menjadi jalan terbukanya pintu-pintu keberkahan.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di pondok dan sekolah, para santri akan melanjutkan perjalanan sebagai alumni, termasuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik menurut pilihan dan rida Allah Swt. Namun, cita-cita yang lebih besar bukan hanya menjadi orang baik, melainkan menjadi pribadi yang mampu memperbaiki lingkungan dan masyarakat. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga berakhlak mulia, baik dalam ibadah, muamalah, maupun kehidupan sosial. Generasi yang kelak mampu hadir sebagai pemimpin dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Beliau juga mengingatkan bahwa kebaikan yang dilakukan pada hakikatnya akan kembali kepada diri sendiri, sebagaimana pesan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 7: “In ahsantum ahsantum li’anfusikum wa in asa’tum falaha.” Apabila seseorang berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu kembali kepada dirinya sendiri.
Di akhir taujihnya, Ustaz Abdul Hakim berharap agar seluruh santri kelas XII senantiasa memperbaiki diri secara menyeluruh, baik dalam prestasi akademik, akhlak, ibadah, maupun hubungan sosial. Pribadi-pribadi seperti inilah yang kelak didambakan masyarakat dan dinantikan kehadirannya sebagai pemimpin masa depan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah Swt. agar seluruh santri kelas XII diberikan kemudahan, kelancaran, ketenangan, dan hasil terbaik dalam pelaksanaan TKA 2026. Semoga segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal kebaikan yang penuh keberkahan serta mengantarkan para santri pada kesuksesan di dunia dan akhirat. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



