Sleman – SMP IT Baitussalam Prambanan menggelar kegiatan Bedah Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini diikuti calon siswa SMP IT Baitussalam Prambanan dengan menghadirkan Ema Romayah, S.S., M.Pd., sebagai narasumber. Beliau merupakan salah satu penulis Try Out (TO) TKA Tahun 2026 Kabupaten Sleman.
Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Ponpes Modern Baitussalam. Pelaksanaannya menggunakan sistem hybrid untuk memfasilitasi calon siswa yang tidak dapat hadir secara langsung karena terkendala jarak tempat tinggal. SMP IT Baitussalam menyediakan akses Zoom agar peserta tetap dapat mengikuti kegiatan dari rumah.
Kenali Karakteristik dan Kompetensi Soal TKA
Acara Bedah TKA dipandu oleh dua siswa kelas IX, Kyros dan Faeyza. Kegiatan diawali dengan membaca basmalah bersama, kemudian dilanjutkan tilawah Al-Qur’an oleh Nabihan, santri Takhosus kelas IX.
Kepala SMP IT Baitussalam Prambanan, Ustadz Hasan Riyadi, S.Pd., turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan motivasi dan doa agar seluruh calon siswa diberikan kemudahan serta memperoleh hasil terbaik dalam mengerjakan TKA.
Dalam pemaparannya, Ibu Ema menjelaskan bahwa TKA bukanlah tes untuk memberikan label keberhasilan atau kegagalan kepada siswa. TKA justru menjadi sarana evaluasi dan umpan balik untuk menemukan strategi belajar yang tepat. Beliau juga menegaskan bahwa TKA bukan sekadar tes hafalan, melainkan mengukur kemampuan memahami informasi, menghubungkan gagasan, bernalar, memecahkan masalah, dan menjelaskan alasan.
Secara khusus, materi membahas tiga kompetensi utama TKA Bahasa Indonesia, yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Ketiga kompetensi tersebut menuntut siswa untuk memahami isi bacaan secara menyeluruh, menarik kesimpulan, serta mengevaluasi informasi dalam teks.
Latihan Memahami Teks dan Strategi Menjawab Soal
Penyampaian materi berlangsung energik dan interaktif. Ibu Ema mengajak peserta membedah berbagai contoh soal yang berkaitan dengan kompetensi TKA Bahasa Indonesia. Setiap peserta memperoleh fotokopi materi dan soal sebagai bahan latihan selama kegiatan berlangsung.
Salah satu pembahasan berfokus pada cara memahami teks panjang. Peserta diajak mengidentifikasi informasi tersurat menggunakan unsur ADIKSIMBA (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana). Selain itu, peserta berlatih menentukan ide pokok, menemukan informasi penting, memahami kosakata, serta menyimpulkan isi bacaan.
Materi juga mencakup pemahaman inferensial dan evaluasi teks. Peserta mempelajari cara menentukan makna ungkapan, memahami peribahasa, mengenali perubahan karakter tokoh, serta merefleksikan nilai-nilai dalam bacaan. Ibu Ema turut memberikan contoh ungkapan dan peribahasa beserta maknanya agar peserta lebih mudah memahami penggunaannya dalam konteks soal.
Melalui pembahasan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai karakteristik soal TKA Bahasa Indonesia yang tidak hanya menguji kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mengolah informasi. Ibu Ema menekankan pentingnya membaca dengan teliti, memahami konsep, dan tidak terburu-buru dalam menentukan jawaban.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab. Para calon siswa aktif menyampaikan pertanyaan dan mengikuti pembahasan soal bersama narasumber.
Melalui kegiatan ini, SMP IT Baitussalam Prambanan berharap calon siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai materi dan karakteristik soal TKA Bahasa Indonesia. Pembekalan ini juga diharapkan membantu peserta mempersiapkan diri dengan lebih percaya diri dalam menghadapi TKA. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



