Pengajian Ahad Kliwon Baitussalam Bahas Sejarah dan Kontribusi Pesantren bagi Bangsa

Bagikan :

Sleman – Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam, Ustad K.H. Abdul Hakim, Aka, menyampaikan materi tentang sejarah pesantren, nilai-nilai kesantrian, dan kontribusi pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Materi tersebut disampaikan dalam Pengajian Ahad Kliwon pada Minggu (25/10/2026), pukul 05.45–07.00 WIB.

Pengajian dihadiri civitas akademika unit Baitussalam 1, meliputi TKIT Baitussalam, SDIT Baitussalam, SMP IT Baitussalam, dan SMAIT Baitussalam. Santri ikhwan, wali santri, serta warga sekitar Ponpes Modern Baitussalam juga mengikuti kegiatan tersebut.

Ustad Yoyon memandu jalannya pengajian sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan zikir bersama yang dipimpin langsung oleh Ustad K.H. Abdul Hakim dan diikuti seluruh jamaah.

Pendidikan Dimulai dari Pembiasaan

Dalam tausiyahnya, Ustad K.H. Abdul Hakim mengingatkan pentingnya membiasakan diri untuk bersabar dan bersyukur dalam menghadapi berbagai keadaan. Ketika mendapat musibah atau sesuatu yang tidak menyenangkan, umat Islam dianjurkan bersabar dan mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sebaliknya, ketika menerima kabar menggembirakan, umat Islam hendaknya bersyukur kepada Allah Swt.

Ustad K.H. Abdul Hakim juga menekankan bahwa pendidikan merupakan proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Kebiasaan mengaji dan menghafal Al-Qur’an perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari santri.

Beliau mengaitkan hal tersebut dengan pepatah Jawa, “Witing tresna jalaran saka kulina,” yang berarti rasa cinta tumbuh karena terbiasa. Menurutnya, pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus akan membantu nilai-nilai kebaikan melekat dalam diri santri.

Menelusuri Sejarah dan Makna Santri

Memperingati Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober, Ustad K.H. Abdul Hakim menjelaskan makna santri sebagai seseorang yang memperdalam ilmu agama kepada kiai dengan penuh keikhlasan, ketaatan, dan ketawadhuan. Beliau juga mengaitkan istilah santri dengan kata sastri dalam bahasa Sanskerta, yang merujuk pada orang yang mempelajari kitab suci, serta istilah cantrik yang berkaitan dengan pengabdian.

Ustad K.H. Abdul Hakim kemudian menjelaskan bahwa tradisi pendidikan pesantren memiliki akar sejarah sejak masa Rasulullah saw. Salah satu bentuknya adalah Ahlus Suffah, yaitu para sahabat yang tinggal di serambi Masjid Nabawi dan mendalami ajaran Islam. Mereka belajar agama serta memperdalam pengetahuan di bawah bimbingan Rasulullah saw.

Salah satu sahabat yang dikenal sebagai perawi hadis terkemuka dari kalangan tersebut adalah Abu Hurairah. Kisah ini menunjukkan bahwa tradisi belajar dan mengabdi dalam lingkungan keagamaan telah berkembang sejak masa awal Islam.

Ustad K.H. Abdul Hakim juga menguraikan perkembangan pendidikan Islam di Nusantara melalui dakwah para ulama, termasuk Wali Songo. Beliau menyebut Sunan Ampel sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan dakwah Islam di Jawa. Sejumlah murid dan tokoh yang terkait dengan tradisi dakwah tersebut kemudian berperan dalam penyebaran Islam serta perkembangan pendidikan keagamaan.

Modernisasi Pesantren Tanpa Meninggalkan Tradisi

Dalam pemaparannya, Ustad K.H. Abdul Hakim turut menjelaskan perkembangan sistem pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor. Menurutnya, pembaruan sistem pesantren bukan berarti meninggalkan kitab-kitab klasik atau tradisi keilmuan Islam yang telah berkembang sebelumnya.

Beliau menjelaskan bahwa pembaruan pendidikan Gontor antara lain dilakukan melalui penerapan sistem kelas. Dengan sistem tersebut, santri mempelajari berbagai disiplin ilmu agama dan kitab-kitab keislaman secara terstruktur.

Ustad K.H. Abdul Hakim juga menyinggung peran tiga tokoh pendiri Gontor yang dikenal sebagai Trimurti, yakni K.H. Ahmad Sahal, K.H. Imam Zarkasyi, dan K.H. Zainuddin Fananie. Ketiganya berperan dalam membangun dan mengembangkan sistem pendidikan pesantren modern.

Menurut Ustad K.H. Abdul Hakim, pembaruan tersebut menunjukkan bahwa pesantren dapat mengembangkan metode pendidikan sesuai kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas dan tradisi keilmuannya.

Resolusi Jihad dan Peran Pesantren dalam Kemerdekaan

Ustad K.H. Abdul Hakim selanjutnya menguraikan kontribusi ulama dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan dukungan pasukan Sekutu.

Dalam situasi tersebut, K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menegaskan kewajiban umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan membela Republik Indonesia.

Resolusi Jihad menjadi salah satu faktor penting yang mendorong mobilisasi umat Islam dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Semangat perlawanan tersebut turut mewarnai Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Ustad K.H. Abdul Hakim menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan. Menurutnya, umat Islam dan kalangan pesantren memiliki andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pesantren sebagai Pendidikan Holistik

Menutup tausiyahnya, Ustad K.H. Abdul Hakim menekankan pentingnya memahami sejarah pesantren sekaligus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para ulama. Ia menjelaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga membentuk kemandirian dan kebiasaan berbuat baik.

Pendidikan tersebut mencerminkan pendekatan holistic education atau pendidikan holistik, yang mengembangkan berbagai aspek kehidupan santri secara terpadu. Melalui pembiasaan ibadah, pembelajaran, kedisiplinan, dan pengabdian, pesantren berupaya membentuk santri yang berilmu serta berakhlak mulia. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengajian Ahad Kliwon Baitussalam Bahas Sejarah dan Kontribusi Pesantren bagi Bangsa

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar lainnya :