Blitar, 7 Oktober 2026 – Membangun pesantren yang sehat, siaga, dan tangguh menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu perhatian penting dalam kehidupan santri. Santri Baitusalam 3 diharuskan belajar tentang kesehatan dan kesiapsiagaan Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyuluhan Kesehatan, POSKESTREN & Satgas Bencana, serta Praktik Pertolongan Pertama yang dilaksanakan di SMP Quran Global Sains Baitussalam 3, Rabu (7/10/2026). Kegiatan menghadirkan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus 3 Blitar serta Klinik Mitra Medika. Sejak pagi, santri mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi dan cek kesehatan sebelum memasuki acara utama.
Setelah pembukaan dan tilawah Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dari Klinik Mitra Medika. Santri mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan pemindahan fasilitas kesehatan (faskes). Penyuluhan ini memberikan pemahaman praktis kepada santri mengenai layanan kesehatan yang dapat mereka manfaatkan. Selanjutnya, santri mendapatkan materi “POSKESTREN & SATGAS BENCANA: Membangun Pesantren Sehat, Siaga, dan Tangguh Bencana.” Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan kesehatan di lingkungan pesantren serta langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.
Materi berikutnya membahas Pertolongan Pertama (P3K) dengan fokus pada penanganan pingsan, perdarahan, dan patah tulang. Dalam materi tersebut, santri juga diperkenalkan dengan prinsip dasar pertolongan pertama, yaitu “TOLONG • LINDUNGI • RUJUK.” Setelah mendapatkan pembekalan teori, santri kemudian mengikuti praktik pertolongan pertama. Antusiasme terlihat ketika santri terlibat langsung dalam berbagai simulasi. Santri akhwat mendapatkan kesempatan mempraktikkan penggunaan bidai, tandu, dan berbagai perlengkapan pertolongan pertama lainnya. Kegiatan berlangsung interaktif karena santri tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mencoba secara langsung langkah-langkah yang telah dipelajari.
Santri Baitussalam 3 Belajar Praktik Kesiapsiagaan
santrisantri saaaaaa aasfvsasasasssasasasasasantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaansantri baitussalam 3 belajar kesehatan dan kesiapsiagaanSementara itu, santri ikhwan mengikuti praktik yang berkaitan dengan kesiapsiagaan ambulans. Mereka belajar secara langsung mengenai kesiapan dalam menghadapi kedatangan ambulans serta proses penanganan dan transportasi dalam situasi yang membutuhkan pertolongan. Kegiatan praktik memberikan pengalaman yang berbeda bagi santri. Pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi dilanjutkan dengan simulasi sehingga santri dapat memahami pentingnya ketenangan, ketepatan tindakan, kerja sama, dan kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat. Antusiasme santri menjadi salah satu hal yang menonjol sepanjang kegiatan. Pembelajaran yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan praktik membuat materi kesehatan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Santri mendapatkan kesempatan untuk belajar bukan hanya tentang apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga tentang pentingnya kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap orang lain.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan penguatan poin-poin penting. Melalui kegiatan ini, diharapkan santri memiliki bekal pengetahuan dasar mengenai kesehatan dan pertolongan pertama serta mampu berperan dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, siaga, dan tangguh menghadapi bencana. Dari mengenal layanan kesehatan hingga praktik pertolongan pertama, santri belajar bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pengetahuan, tetapi keterampilan yang perlu dipraktikkan.
Humas Ponpes Modern Baitussalam


