Sleman— SMP IT Baitussalam Prambanan menjadi tuan rumah kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar Korwil Sleman Timur pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa OSIS, kepala sekolah, dan guru dari 50 SMP/MTs se-Korwil Sleman Timur.
Kegiatan berlangsung di dua lokasi. Siswa OSIS mengikuti rangkaian kegiatan di GOR Baitussalam, sedangkan kepala sekolah dan guru mengikuti kegiatan di Gedung Pusat Ponpes Modern Baitussalam.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Rukun Sama Teman. Setelah pembacaan doa dan laporan panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan Pimpinan Ponpes Modern Baitussalam, Ustad K.H. Abdul Hakim, A.Ka.
Dalam sambutannya, Ustad K.H. Abdul Hakim menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Menurutnya, proses pergantian kepemimpinan dapat menjadi pembelajaran bagi siswa untuk memahami tanggung jawab seorang pemimpin.
“Calon pemimpin OSBA, ada yang menang dan ada yang kalah. Di situlah anak-anak belajar tentang kepemimpinan yang akan datang,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya diperoleh melalui materi di kelas. Apa yang dilihat, dikerjakan, dirasakan, dan didengarkan siswa menjadi bagian dari proses pendidikan.
Oleh karena itu, guru dan seluruh warga sekolah memiliki peran penting sebagai teladan. Keteladanan tersebut menjadi salah satu cara untuk membentuk karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Sementara itu, rangkaian kegiatan bagi kepala sekolah dan guru di Gedung Pusat Ponpes Modern Baitussalam diisi dengan beberapa materi. Materi pertama disampaikan oleh Panji Prasetyobudi tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Materi tersebut membahas pentingnya pengelolaan tata kelola sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Edukasi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan keteladanan dari guru.
Pembentukan budaya sekolah juga perlu melibatkan berbagai lingkungan yang memengaruhi perkembangan anak. Hal tersebut mencakup keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat, serta media massa.
Penguatan budaya sekolah menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak. Beberapa di antaranya adalah ancaman judi online, pornografi dan eksploitasi anak, serta persoalan kesehatan mental dan spiritual.
Dalam sesi tersebut juga ditekankan pentingnya Gerakan Rukun Sesama Teman (GRST). Gerakan ini tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada guru agar mampu menjadi teladan dalam membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.
Membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Materi kedua disampaikan oleh Muh. Saifulanam mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi melalui prinsip Isi Piringku, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur yang cukup.
Bangun pagi dikenalkan sebagai kebiasaan yang dapat membantu anak membangun kedisiplinan dalam menjalani aktivitas. Beribadah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, sedangkan olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Kebiasaan belajar dan bermasyarakat juga menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang aktif dan peduli terhadap lingkungan. Sementara itu, pola makan sehat dan tidur yang cukup mendukung tumbuh kembang serta kesiapan anak dalam mengikuti berbagai aktivitas.
Melalui pembiasaan tersebut, guru diharapkan mampu memberikan contoh nyata sehingga kebiasaan baik tidak hanya disampaikan sebagai materi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Pencegahan Radikalisasi dan Kekerasan
Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Bayu dari Densus 88 dengan topik pencegahan radikalisasi dan kekerasan pada anak. Materi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada warga sekolah mengenai pentingnya mencegah berbagai bentuk kekerasan dan pengaruh negatif yang dapat mengancam anak.
Pada rangkaian kegiatan siswa OSIS di GOR Baitussalam, sesi pertama juga diisi oleh Bapak Bayu. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti kekerasan dan perundungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Selanjutnya, siswa mendapatkan materi tentang Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi motivasi dan permainan yang dirancang untuk membangun semangat, kebersamaan, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta.
Membangun Karakter Pemimpin Sejak Sekolah
Kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar Korwil Sleman Timur menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus memperkuat karakter. Melalui materi, diskusi, deklarasi, permainan, dan pengalaman bersama, siswa diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan.
Kepemimpinan juga tercermin melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menjadi teladan bagi orang lain.
SMP IT Baitussalam Prambanan sebagai tuan rumah turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkarakter. (Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam)



