
Sleman- 20 September 2026. Pondok Pesantren Modern Baitussalam Prambanan kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin Ahad Pagi pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di GOR Pondok Pesantren Modern Baitussalam tersebut dimulai pukul 05.45 hingga 07.30 WIB.
Pengajian rutin ini dihadiri oleh para ustaz, ustazah, karyawan dan karyawati Pondok Pesantren Modern Baitussalam, para santriwati, wali murid dari jenjang PAUDIT, SDIT, SMPIT, SMAIT, dan KMI, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai unsur keluarga besar pesantren dan masyarakat menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ustaz Paryono. Acara kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh seluruh siswa kelas 3 SDIT Baitussalam Prambanan. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh perhatian ketika para peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga memasuki acara inti.
Kajian utama disampaikan oleh Ustaz KH Ali Muhsin, Anggota Dewan Masyaikh Pondok Pesantren Modern Baitussalam. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi dengan topik “Hidup Bahagia di Bawah Naungan Janji Allah.”
Dalam kajiannya, Ustaz KH Ali Muhsin mengajak seluruh jamaah untuk memahami hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan seorang mukmin tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, kemudahan hidup, atau tercapainya keinginan duniawi. Kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan yang lahir karena memperoleh rahmat Allah SWT dan senantiasa berada dalam naungan janji-Nya.
Beliau mengawali pembahasan dengan pentingnya menjadi hamba yang cerdas. Salah satu ciri hamba yang cerdas adalah memiliki kesadaran untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Istilah al-kayyis menggambarkan orang yang mampu memperhitungkan kehidupannya dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian. Dengan demikian, kecerdasan seorang mukmin tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berpikir, tetapi juga bagaimana ia mempersiapkan amal untuk kehidupan akhirat.
Selanjutnya, Ustaz KH Ali Muhsin mengaitkan kebahagiaan dengan firman Allah SWT dalam QS Yunus ayat 58, yang memerintahkan manusia untuk bergembira karena karunia dan rahmat Allah. Menurut beliau, jika seseorang dapat merasa bahagia ketika mendapatkan harta, maka seharusnya seorang mukmin memiliki kebahagiaan yang lebih besar ketika mendapatkan rahmat Allah SWT.
Beliau juga menjelaskan bahwa Allah SWT tidak pernah mengingkari janji-Nya. Setiap doa seorang hamba memiliki nilai di sisi Allah. Doa dapat direspons dengan diberikan apa yang diminta, ditunda hingga waktu yang lebih tepat, diganti dengan sesuatu yang lebih baik, atau disimpan sebagai pahala yang akan diberikan di akhirat.
Dalam penjelasannya, beliau mengingatkan bahwa kelak ada orang yang berharap seandainya dahulu sebagian doanya tidak dikabulkan di dunia. Ia berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbanyak doa, agar doa-doanya tersebut mendapatkan balasan yang luar biasa di akhirat. Hal ini menjadi pengingat bahwa seorang mukmin tetap memiliki alasan untuk bahagia meskipun doanya belum terwujud sebagaimana yang diharapkan. Penundaan jawaban doa dapat menjadi kesempatan bagi seorang hamba untuk semakin dekat kepada Allah SWT.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan keutamaan sedekah. Ustaz KH Ali Muhsin menggambarkan bagaimana seorang petani tetap mendapatkan nilai kebaikan ketika tanaman yang ditanamnya kemudian dimakan oleh burung. Begitu pula dengan harta yang disedekahkan. Meskipun secara lahiriah harta tersebut berkurang, di sisi Allah SWT amal tersebut justru menjadi investasi kebaikan. Pahala sedekah dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga hingga seseorang yang telah meninggal dunia berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbanyak infak dan sedekah.
Beliau juga mengingatkan jamaah tentang keutamaan tasbih. Bacaan tasbih yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Jika satu bacaan tasbih saja memiliki keutamaan yang luar biasa. Terlebih apabila seorang hamba memperbanyak tasbih, zikir, salat, puasa, dan berbagai amal saleh lainnya. Semua itu menjadi bagian dari janji Allah SWT yang dapat menghadirkan kebahagiaan bagi seorang mukmin.
Ketika seseorang dikaruniai ilmu, keluarga, dan anak-anak yang berbakti, ia bersyukur sehingga mendapatkan pahala. Ketika menghadapi kesulitan dan mampu bersabar, ia juga memperoleh pahala. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya tidak melihat setiap keadaan sebagai kerugian. Dalam kondisi apa pun, selalu terdapat peluang untuk meraih kebaikan apabila dihadapi dengan iman, syukur, sabar, dan tawakal.
Ustaz KH Ali Muhsin juga mengingatkan jamaah agar tidak larut dalam kesedihan. Allah SWT memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. Apa yang bagi manusia terasa sulit, bagi Allah SWT sangat mudah. Allah adalah ‘ala kulli syai’in qadir, Zat Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika Allah SWT menghendaki sesuatu, cukup dengan kehendak-Nya, sebagaimana prinsip kun fayakun.
Kajian tersebut memberikan pesan penting bahwa kebahagiaan seorang mukmin tidak bergantung sepenuhnya pada keadaan dunia. Kebahagiaan tumbuh dari keyakinan bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya, baik melalui sesuatu yang segera diberikan, ditunda, diganti, maupun disimpan sebagai balasan di akhirat.
Pengajian Rutin Ahad Pagi ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat keimanan, menambah ilmu, mempererat ukhuwah Islamiah, serta mengajak seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Modern Baitussalam dan masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur, kesabaran, optimisme, dan keyakinan terhadap janji Allah SWT.
(Bidang Humas Pondok Pesantren Modern Baitussalam).


