
Sleman – Selasa, 21 Juli 2026, SMA Islam Terpadu Baitussalam menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 hari kedua. Kegiatan MPLS ini bertempat di Aula Gedung Pusat Lt. 2 Ponpes Modern Baitussalam.
Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara, yaitu Ahmad Dimas Suhadi dari kelas XII IPS 1. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Mursyid Khoirul Amar dari kelas XII IPA 1. Suasana berlangsung khidmat sebagai pembuka rangkaian kegiatan MPLS sebelum memasuki sesi materi.
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Rudy Prakanto, M.Eng., dengan tema “Inspiring the Future, Fueling the Growth Mindset”. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para santri baru untuk memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) sebagai bekal dalam menghadapi tantangan di masa depan. Beliau menjelaskan bahwa penelitian merupakan kegiatan yang menyenangkan dan dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki rasa ingin tahu serta semangat untuk terus belajar.
Beliau juga menyampaikan bahwa berbagai benda maupun fenomena yang ada di sekitar dapat menjadi objek penelitian. Menurutnya, ide-ide besar sering kali lahir dari permasalahan sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa salah satu cara agar pemikiran dan karya seseorang tetap dikenang adalah melalui tulisan. Dengan menulis hasil penelitian maupun gagasan, seseorang dapat meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Agar suasana tetap hidup dan interaktif, penyampaian materi diselingi dengan beberapa sesi ice breaking yang melibatkan seluruh peserta. Bapak Rudy juga memperkenalkan sejumlah ilmuwan muslim yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan berhasil mengubah sejarah dunia melalui berbagai penemuan dan penelitian mereka. Kisah tersebut menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus berkarya sekaligus menumbuhkan semangat menuntut ilmu.
Di akhir penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa sebagai santri, keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan kualitas ibadah. Beliau memberikan motivasi mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan, memperkuat keimanan, serta memiliki tekad yang kuat sebagai bekal untuk meraih kesuksesan di masa depan. Sesi pertama kemudian ditutup dengan kegiatan tanya jawab yang berlangsung interaktif sebelum peserta memasuki waktu istirahat.
Setelah waktu istirahat berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Ustaz Khoirul Walid, S.Pd. mengenai Program Takhassus. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Program Takhassus merupakan program tahfiz Al-Qur’an khusus yang diselenggarakan oleh Ponpes Modern Baitussalam sebagai wadah bagi para santri yang memiliki komitmen untuk memperdalam hafalan Al-Qur’an. Beliau juga menjelaskan tujuan, sistem pembinaan, target hafalan, serta berbagai keunggulan program yang dirancang untuk mendukung terbentuknya generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas, berakhlak mulia, dan memiliki prestasi akademik yang seimbang.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh dr. Nisa dengan tema Kesehatan Remaja dan Pola Hidup Sehat. Pada sesi ini, para santri diberikan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Beliau menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan sehingga setiap santri harus membiasakan diri menjaga kebersihan badan, pakaian, serta lingkungan pondok agar tercipta suasana yang sehat dan nyaman.
Selain membahas pentingnya menjaga kebersihan diri, dr. Nisa juga memberikan edukasi mengenai kesehatan kulit serta cara menjaga kebersihan lingkungan asrama untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit. Beliau mengingatkan bahwa pola hidup bersih dan sehat merupakan tanggung jawab setiap individu sehingga diperlukan kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas dan lingkungan pondok.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Nisa juga memberikan pemahaman mengenai bahaya merokok dan penggunaan rokok elektronik (vape) yang kini banyak menyasar kalangan remaja. Beliau menjelaskan berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik terhadap kesehatan paru-paru, jantung, maupun organ tubuh lainnya. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta dampak pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Tidak hanya membahas kesehatan fisik, dr. Nisa juga mengajak para peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan menjaga pola hidup yang seimbang, mampu mengelola stres, serta membangun lingkungan pertemanan yang positif. Beliau turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan sesuai dengan nilai-nilai Islam serta menjelaskan berbagai tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini, termasuk fenomena LGBT, agar para santri memiliki pemahaman yang benar dan mampu menjaga diri sesuai tuntunan syariat Islam.
Materi berlangsung dengan suasana yang komunikatif dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap pembahasan serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa penutup.
Dengan adanya materi tentang riset serta kesehatan remaja dalam rangkaian MPLS ini, diharapkan santri baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki semangat berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kesadaran untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Melalui bekal tersebut, santri diharapkan dapat menjalani masa belajar dengan lebih percaya diri, produktif, dan bertanggung jawab demi meraih prestasi serta membangun karakter yang positif. (Bidang Humas Ponpes Modern Baitussalam)



